Indeks saham di Asia bergerak mixed seiring dengan rebound indeks saham di Tokyo dan Sydney dari aksi jual yang akut pada sesi sebelumnya, di picu oleh instanilitas di Ukrania.
Investor juga mengambil sikap waspada menjelang berlangsungnya pertemuan tahunan pejabat Pemerintah China atau China’s National People’s Congress pada hari Rabu.
Rusia Senin kemarin memperkuat kontrol atas semenanjung Crimea di Ukrania setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan beliau berhak menginvasi negara tetangganya. Seiring semakin dalamnya krisis, AS telah membekukan semua hubungan militer dengan Rusia, termasuk latihan miloter dan kunjungan pelabuhan sebagai bagian dari respon Washington.
Investor bereaksi atas berita defisit perdagangan Australia yang keluar lebih baik dari ekspektasi analis, menyempit jadi A$10.14 miliar di Kuartal IV 2013 dari kuartal sebelumnya. Data surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) juga turut mengangkat sentimen.
IHSG naik 17.1 poin (0.37%) dan di tutup di level 4601.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.7 poin (0.35%) ke level 772.5. namun, investor asing menarik IDR89.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat setelah ketegangan antara Rusia dan Ukrania tampak mereda karena pasukan Ruisa dilaporkan ditarik mundur kembali ke pangkalan dan Presiden Vladimir Putin menekankan belum saatnya pengunaan kekuatan militer.
Selasa malam, PM Ukrania Arseny Yatseniuk mengatakan Pemerintahnnya dan Pemerintah Rusia telah membuka pembicaraan mengenai krisis.
Indeks saham utama di AS mencatatkan kinerja terbaik tahun ini seiring dengan indeks S&P 500 yang ditutup pada level tertinggi ke 49 dalam waktu 12 bulan terakhir. Tidak adanya rilis data ekonomi membuat berita geopolitik mejadi faktor yang mendominasi sesi perdagangan.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif murni berasal dari dalam negeri, menurunnya inflasi dan prediksi akan meningkatnya cadangan devisa RI pada Februari 2014 berpotensi akan membuat IHSG terdongkrak. Namun, sentimen negatif dari Ukraina berpotensi membuat investor untuk lebih berhati-hati. Menegangnya hubungan Rusia dan Ukraina diprediksi akan menyebabkan harga minyak mentah melonjak. Hal ini patut diwaspadai pemerintah RI, karena di APBN 2014 asumsi harga minyak mentah dipatok USD 105/barel, sedangkan pada 3 Maret 2014 harga minyak sempat mencapai USD 104,92/barel.
Secara Teknikal IHSG telah berhasil golden-cross dengan MA7 dan kembali ke pase positif berada di atas Cloud dengan Indikator Stochastic yang bergerak bullish menuju overbought disertai Momentum bullish dari RSI yang mendukungnya. IHSG diprediksikan akan kembali bergerak fluktuatif cenderung menguat dengan range pergerakan 4579-4669. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ANTM, APLN, ASRI, BBNI, BORN, JPFA.
0 comments:
Post a Comment