Indeks saham di Asia anjlok sementara harga minyak mentah melonjak karena ketidakstabilan di Ukrania serta pelemahan data resmi Manufacturing PMI China memicu risk aversion di kalangan investor.

Kekhawatiran atas gangguan supply gas dan juga ancaman pecahnya perang sudah cukup untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia.

Data resmi PMI China, di rilis Sabtu lalu, memperlihatkan aktifitas sektor manufaktur melambat ke level terendah dalam 8 bulan terakhir, memperkuat sinyal bahwa pelemahan ekonomi seiring dengan lesunya permintaan. Data resmi PMI bulan februari China turun ke level 50.2 dari 50.5 di bulan Januari.

Perhitungan akhir dari HSBC, di rilis Senin pagi, memperlihatkan aktifitas pabrik di China selama bulan Februari turun ke level 48.5, terendah dalam 7 bulan dari 49.5 dan menandakan penurunan selama 3 bulan beruntun. Namun hasil ini sedikit lebih baik dari perhitungan awal 48.3. 

IHSG terpangkas 36 poin (-0.78%) dan di tutup di level 4584.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 6.9 poin (-0.89%) ke level 769.8.

Indeks saham di Eropa turun tajam, dengan sentimen investor tertekan oleh semakin besarnya ketidakstabilan di kawasan Crimea, Ukrania.

Presiden banl senral Eropa (ECB) mario Draghi berbicara di depan Parlemen Eropa dan mengatakan situasi di Ukrania harus di monitor namun dampak ekonomi terhadap Euro akan kecil mengingat terbatasnya hubungan dagang dengan Ukrania.

Sementara itu, aktifitas sektor manufaktur sedikit melambat di bulan Februari. Data Markit’s Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 53.2.

Indeks saham utama di AS turun tajam, mengikuti perherakan turun indeks saham global, karena kekhawatiran mengenai intervensi Rusia di Ukrania membuat investor menjauhi aset yang dianggap berisiko tinggi.


Indeks saham di Asia anjlok sementara harga minyak mentah melonjak karena ketidakstabilan di Ukrania serta pelemahan data resmi Manufacturing PMI China memicu risk aversion di kalangan investor.

Kekhawatiran atas gangguan supply gas dan juga ancaman pecahnya perang sudah cukup untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia.

Data resmi PMI China, di rilis Sabtu lalu, memperlihatkan aktifitas sektor manufaktur melambat ke level terendah dalam 8 bulan terakhir, memperkuat sinyal bahwa pelemahan ekonomi seiring dengan lesunya permintaan. Data resmi PMI bulan februari China turun ke level 50.2 dari 50.5 di bulan Januari.

Perhitungan akhir dari HSBC, di rilis Senin pagi, memperlihatkan aktifitas pabrik di China selama bulan Februari turun ke level 48.5, terendah dalam 7 bulan dari 49.5 dan menandakan penurunan selama 3 bulan beruntun. Namun hasil ini sedikit lebih baik dari perhitungan awal 48.3. 

IHSG terpangkas 36 poin (-0.78%) dan di tutup di level 4584.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 6.9 poin (-0.89%) ke level 769.8.

Indeks saham di Eropa turun tajam, dengan sentimen investor tertekan oleh semakin besarnya ketidakstabilan di kawasan Crimea, Ukrania.

Presiden banl senral Eropa (ECB) mario Draghi berbicara di depan Parlemen Eropa dan mengatakan situasi di Ukrania harus di monitor namun dampak ekonomi terhadap Euro akan kecil mengingat terbatasnya hubungan dagang dengan Ukrania.

Sementara itu, aktifitas sektor manufaktur sedikit melambat di bulan Februari. Data Markit’s Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 53.2.

Indeks saham utama di AS turun tajam, mengikuti perherakan turun indeks saham global, karena kekhawatiran mengenai intervensi Rusia di Ukrania membuat investor menjauhi aset yang dianggap berisiko tinggi.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen positif dari dalam maupun global berpotensi mendongkrak kinerja IHSG. Dari AS, data ISM Manufacturing PMI Februari 2014 mengalami kenaikan menjadi 53,2 dari 51,3. Sedangkan dari dalam negeri, BPS mengumumkan inflasi bulanan per Februari 2014 sebesar 0,26%, lebih rendah dibandingkan dengan estimasi ekonom dan BI di kisaran 0,5%. Selain berpengeruh positif terhadap IHSG, hal ini juga berpengaruh terhadap penguatan rupiah. Per Senin (3/3), kurs rupiah terhadap USD menguat ke level Rp15.596/USD. Hanya saja, neraca perdagangan Indonesia masih defisit sebesar USD 430,6 juta.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi dan mencoba menguat setelah berhasil closing gap down. Indikator Stochastic masih bergerak bullish movement dari area oversold dengan momentum yang berada di area moderate osilator. Diprediksikan IHSG akan bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4549-4603 break out konfirmasi pada MA7 dilevel 4593. Saham yang dapat diperhatikan ASRI, BBCA, CMPN, INCO, PGAS.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top