Indeks saham di Asia berakhir mixed akhir pekan lalu ditengah sejumlah data ekonomi Jepang yang keluar lebih baik dari estimasi dan menjelang rilis data resmi Manufacturing PMI China pada hari Sabtu.
Data Industrial Production bulan Januari Jepang tumbuh pada laju tercepat dalam leboh dari 2 tahun dan Inflasi Inti berada di level tertinggi dalam 5 tahun, indikasi bahwa ekonomi Jepang mempunyai momentum yang cukup kuat untuk menghadapi dampak dari kenaikan pajak penjualan bulan April nanti.
Data data lain juga keluar memuaskan, dengan permintaan tenaga kerja membaik dan belanja rumah tangga meningkat, tanda bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia masih berada dalam jalur yang benar untuk keluar dari stagnasi dua dekade meskipun menghadapi banyak rintangan di sepanjang jalan.
IHSG menguat 51.3 poin (1.12%) dan di tutup di level 4260.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 11.5 poin (1.50%) ke level 776.7. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masih turun masing masing 25.9 poin (-0.56%) dan 8.2 poin (-1.05%). Investor asing Jumat lalu mencatatkan Net Buy IDR517.6 miliar, mendorong total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR1,12 triliun.
Indeks saham di Eropa berakgur flat Jumat lalu, dodorong oleh kenaikan indeks saham di Wall Street, dimana pergitungan akgir data Consumer Confidence bulan Februari AS keluar sedikit lebih baik dari ekspketasi dan data Existing Home Sales tetap stabil.
Tingkat Pengangguran bulan Januari di zona Euro, juga di rilis hari Jumat, tetap stabil di 12%, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Indeks saham utama di AS ditutup mixed namun selama bulan Februari mencatatkan kenaikan yang solid seiring dengan indeks S&P 500 yang masih berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi akhir pekan lalu.
Rumor mengenai respom adn aksi Rusia atas permasalahan di Ukrania diperkirakan menjadi faktor yang menekan kinerja indeks di akhir sesi perdagangan.
IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed cenderung menguat. Sentimen positif datang dari dalam negeri, BI memprediksi defisit neraca transaksi (CAD) berjalan 1Q14 akan menyusut, berada di bawah 2% dari Produk Domestik Bruto. BI juga memprediksi bahwa inflasi bulanan juga akan turun berada di bawah 0,5%, sehingga inflasi tahunan turun mejadi 7,8%.
Dari pandangan teknikal IHSG kemarin bergerak gap up golden-cross Ma7, Indikator Stochastic golden-cross di area oversold membuka peluang besar IHSG untuk bergerak malanjutkan penguatannya meskipun akan terbatas dikarenakan momentum IHSG yang reversal di area moderate osilator dari indikator RSI, Diprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan bergerak mixed menguat terbatas pada range pergerakan 4593 - 4647. saham yang dapat diperhatikan antara lain BBNI, GJTL, HRUM, ITMG.
0 comments:
Post a Comment