Indeks saham di Asia bergerak mixed karena meningkatnya ketegangan politik di Ukrania dan Thailand mendorong investor mencari rasa aman pada US Dollar dan obligasi Pemerintah AS (US Treasuries).
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Angkatan Bersenjata Rusia menguji kesiapan tempur dalam sebuah latihan perang di kawasan barat Rusia, dekat perbatasan dengan Ukrania, memicu Washington untuk memngeluarkan peringatan nahwa intervensi militer oleh Rusia akan menjadi satu kesalahan fatal.
Investor juga menantikan komentar dari ketua Federal Reserve janet Yellen dalam paparannya di depan komite Senat AS Kamis malam mengenai pandangan Federal Reserve atas pelemahan sejumlah data ekonomi AS, yang oleh investor di akibatkan oleh cuaca buruk dan bukan oleh melemahnya fundamental.
IHSG menguat 36.2 poin (0.80%) dan di tutup di level 4568.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 6.4 poin (0.85%) ke level 765.2. Namun, investor asing mencatatkan Net Buy IDR151.9 miliar.
Indeks saham di Eropa secara umum melemah di tengah meningkatnya ketegangan politik di Ukrania dan menurunnya laju inflasi Jerman, menggaris bawahi kekhawatiran atas risiko deflasi di zona Euro.
Jumlah pengangguran Jerman di bulan Februari turun lebih sedikit dari perkiraan. Jumlah pengangguran turun 14,000 bulan ini, lebih rendah dari penurunan 28,000 di bulan Januari.
Di AS, data Durable Goods Orders turun 1% di Januari, lebih baik dari ekspektasi penurunan 2.5%. Selain itu, data Initial Jobless Claims bertambah 14,000 menjadi 348,000 minggu lalu.
Indeks saham utama di AS naik, mendorong indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi, setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bank sentral akan terus melanjutkan tapering sambil memonitor data untuk mengetahui seberapa besar pelemahan ekonomi AS akhir akhir ini yang di akibatkan oleh faktor cuaca.
IHSG hari ini berpotensi mengalami penguatan. Sentimen positif datang dari dalam negeri, BI memprediksi inflasi Februari 2014 akan kurang dari 0,5%. Hal ini merupakan berita baik, karena pada bulan Januari 2014 terjadi inflasi sebesar 1,07%. Keseimbangan Rupiah juga mulai tercapai, yakni berada di level Rp 11.500-Rp 12.000, sehingga BI memilih untuk tidak mengintervensi rupiah agar ekspor naik dan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Dari luar negeri, jumlah pengangguran Jerman turun ke level terendah dalam 1,5 tahun terakhir. Data jumlah pengangguran bulan Februari menunjukkan, warga Jerman yang tidak punya pekerjaan turun 14.000 orang menjadi 2,91 juta orang. Serta, Jenet Yellen menyatakan bahwa pengurangan stimulus akan tetap berlanjut, meskipun beberapa data di AS memburuk seperti klaim pengangguran yang naik.
Secara teknikal IHSG bergerak rebound terkonsolidasi merupakan kali 2 IHSG begerak rebound pada pola Three black crows sejak awal tahun 2014 ini. Indikator Stochastic masih bergerak menuju oversold berpeluang terjadinya golden-cross namun sangat kecil dengan momentum yang masih terlihat di area moderate osilator pada indikator RSI. IHSG berhasil mengkonfirmasikan pemantukan pada target pertama bearish AB=CD pattern (Fibonacci 38.2%) yang merupakan signal positif bagi pergerakan IHSG. Diprediksikan IHSG bergerak Fluktuatif menguat terbatas pada support resistance 4541-4586. Saham - saham yang dapat diperhatikan ACES, ANTM, ASII, BDMN.
0 comments:
Post a Comment