Indeks saham di Asia naik setelah data aktifitas sektor manufaktur China melemah sehingga memperbesar harapan bahwa Beijing akan megeglontorkan paket stimulus moneter yang baru untuk memerangi laju pertumbuhan yang melambat.Tetap bertahan di bawah level 50, perhitungan awal (Flash) data HSBC China Manufacturing PMI untuk bulan Maret berada di level 48.1 dibanding dengan perhitungan akhir bulan Februari yang berada di level 48.5. Ini memperpanjang k9ontraksi mejadi 3 bulan beruntun.
Data ekonomi yang dirilis belakangan ini dan target pertumbuhan yang sama dengan pertumbuhan tahun lalu telah memicu spekulasi bahwa China akan melonggarkan kebijakan moneter.
IHSG naik 20.2 poin (0.43%) dan di tutup di level 4720.4 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 3.1 poin (0.39%) ke level 792.1.
Indeks saham di Eropa turun akibat pelemahan data ekonomi China, peningkatan ketegangan di Ukrania serta data ekonomi zona Euro yang keluar mixed.
Data Composite PMI zona Euro berada di level 53.2 di bulan Maret, turun tipis dari level 53.3 pada bulan sebelumnya namun masih mencatatkan ekspansi selama 9 bulan beruntun.
Aktifitas usaha di Jerman turun dari level tertinggi dalam 33 bulan yang dicapai di bulan Februari ke level 55 di bulan Maret.Sebaliknya, aktifitas usaha sektor swasta di Perancis menikmati laju pertumbuhan tercepat dalam lebih dari 2,5 tahun.
Indeks saham utama di AS turun, dengan indeks NASDAQ jatuh 1.2% seiring dengan aksi jual atas saham sagam di sektor bioteknologi.
Satu satunya data ekonomi yang dirilis adalah perhitungan awal (preliminary atau flash) data PMI AS dimana untuk bulan Maret berada di level 55.5, sedikit di bawah pencapaian di bulan Februari yang juga merupakan level tertinggi dalam 4 tahun.
Pelaku saha di sektor manufaktur mengatakan mereka memproduksi cukup banyak output seiring dengan tetap kuatnya permintaan. Mereka juga terus menambah tenaga kerja sebagai antisipasi pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat do bulan bulan mendatang,
IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen global juga cenderung negatif, data Manufacturing PMI AS, Jerman, Zona Euro dan China yang menurun membuat bursa AS dan Eropa ditutup melemah kemarin. Sedangkan dari dalam negeri, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada Mei 2014 berpotensi membawa sentimen negatif bagi para pengusaha. Hal ini bisa mengakibatkan harga barang-barang terpaksa dinaikkan untuk menutupi biaya produksi yang membengkak.
Sementara itu, data yang perlu dicermati investor yaitu Consumer Confidence dan New Home Sales dari Amerika yang akan rilis hari ini.
Namun secara teknikal IHSG membentuk pola candlestick bullish kicker signal yang merupakan signal positif dengan stochastic yang bergerak mendekati oversold sehingga berpeluang besar terjadi golden-cross dengan momentum RSI yang telah berada pada range 55.7. Diprediksikan IHSG akan menguat dengan range pergerakan 4701-4747 dengan target ideal corrections wave B pada level 4750-4820 . Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain BBNI, BBRI, CPIN, EXCL, JPFA, MAPI.
0 comments:
Post a Comment