IHSG diawal February 2014 mengalami penurunan dikarenakan keluarnya laporan - laporan perekonomian pada tahun 2013 dan bulan january 2014 sedikit mengecewakan.
~ Dari dalam negeri, Indonesia mencatatkan kenaikan inflasi yang cukup tinggi hingga 0.52% menjadi 1.07% dari inflasi awal 0.55%. Meskipun Indonesia menambah catatan surplus yang cukup memuaskan dan export yang cukup tinggi. Pada hari rabu nanti giliran GDP Indonesia yang akan diumumkan.
~ Dari ASIA, Melambatnya perekonomian China ditandai Manufacturing PMI china yang turun terendah selama 6 bulan dan Non- Manufacturing PMI yang juga turun memberi dampak yang cukup terasa di komodity maupun IHSG.
~ Dari EROPA, Membaikanya perekonomian negara - negara eropa tidak mampu mendongkrak gairah para investor asing untuk kembali menamkan modalnya ke negara - negara berkembang.
~ Dari AS, Tingkat pengangguran yang naik di AS memberi kejutan kepada investor AS maupun indonesia ditengah telah dilaksanakannya tappering. Data lain seperti Manufacturing PMI AS yang turun juga memberikan sentimen negatif.

Secara Trend pergerakan IHSG pada bulan Februari dari tahun ke tahun masih berada di trend positif. Terlihat dari grafik trend yang dibuat oleh Terasbursa.com.
Namun Penguatan IHSG pada bulan Februari sudah mencapai ketinggian yang rawan adanya koreksi. Terakhir pada tahun 2013 pada bulan february IHSG berhasil menguat hingga 7.56% dengan rata pergerakan selama tahun 1998 - 2013 adalah -0.28%. Dan pada bulan ini terasbursa.com memprediksikan pergerakan bulan february akan terjadi koreksi dan berada pada kisaran 1.50% sampai -0.50%.

Secara teknikal pada bulan februari ini cenderung terlihat akan terjadinya penurunan.


IHSG diawal minggu ini berpotensi membentuk pola bearish harami dan bila penurunan terus berlanjut akan membentuk pola bearish engulfing menandakan signal reversal yang akan terjadi setelah 3 kali tidak berhasil break out bearish trend jangka menengahnya. Indikator Stochastic sudah memberikan signal dead-cross di area overbought berindikasi IHSG secara mingguan akan bergerak cenderung melemah hingga max bullish trend tolerance dilevel 4270. Penurunan IHSG secara mingguan ini terbatas dikarenakan momentum dari RSI belum berada di area overbought namun cukup berada di area middle oversold / 47.86 range osilator. range support resistance IHSG diperkirakan berada pada kisaran 4227 - 4454 untuk bulan februari ini.

Kesimpulannya, untuk wait and see dulu menunggu signal positif datang yang mampu menjadi tongkat penguatan IHSG kedepannya pada bukan februari ini. IHSG akan cenderung akan melemah pada bulan februari ini. disaran kan untuk trading jangka pendek.


Disclaimer on
Stop your loss Take your profit
Lanjar Nafi

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top