Neraca Perdagangan Indonesia, Desember 2013
Di bulan Desember, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan untuk 3 bulan beruntun dan terbesar dalam 2 tahun, sinyal baik yang dapat memberi bank sentral ruang untuk mempertahankan suku bunga meskipun investor khawatir atas tekanan di emerging markets
Surplus bulan Desember mencapai $1.52 miliar, terbesar sejak Desember 2011 dan mengikuti surplus bulan November yang di revisi menjadi $$790 juta
Surplus di dorong oleh lonjakan tak terduga pada ekspor, naik 10.33% (Y/Y) akibat pelemahan IDR dan pengiriman biji moneral sebelum berlakunya larangan ekspor
Impor bulan Desember turun 0.79%, lebih kecil dari perkiraan penurunan 3.6%. Selama tahun 2013, ekspor turun 3.92% sementara impor turun 2.64%
Indonesia Consumer Price Index, January 2014
Indonesia’s consumer price index rose 8.22% (Y/Y) in January after torrential rain and natural disasters disrupted the distribution of goods.
Core consumer prices, which exclude administered and volatile food prices, rose 4.53% (Y/Y), mainly due to the weakening of the IDR.
Gross Domestic Product (GDP) Indonesia 2013
Gross Domestic Product tumbuh 5.78% di tahun 2013, setelah tumbuh 6.23% di tahun 2012 dan menandakan pertumbuhan terendah sejak 2009.
Ekonomi Indoensia sudah menikmati pertumbuhan lebih dari 6% beberapa tahun terakhir, di dorong oleh daya beli kelas menengah yang semakin besar.
Namun Permintaan Dalam Negeri mulai mersakan dampak dari kenaika suku bunga yang agresif oleh bank sentral yang bertujuan memperkecil defisit neraca berjalan dan menjinakkan inflasi.
Dalam periode Oktober – Desember, ekonomi tumbuh 5.72% (Y/Y) sementara secara kuartalan, ekonomi kontraksi 1.42%.

0 comments:
Post a Comment