Indeks saham di Asia merosot setelah data ekonomi AS keluar mengecewakan dan memberi investor alasan untuk berharap terjadinya kestabilan di emerging markets.
Aksi jual di pasar saham global menambah daya tarik safe haven sperti emas yang harganya kemarin stabil setelah lompat 1.1% pada hari Senin sementara yield US Treasury 10 tahun mencapai tingkat terendah dalam 3 bulan.
Penurunan tajam pada data ISM Manufacturing Index bulan Januari di picu oleh anjloknya pesanan baru (new orders), terbesar dalam 33 tahun sementara Belanja Konstruksi (Construction Spending) hampir tidak tumbuh di bulan Desember, indikasi bahwa pemulihan ekonomi AS lebih berliku liku dari apa yang di yakini investor.
Dalam pertemuan kebijakan pertama tahun ini, Reserve Bank Of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan Cash Rate pada tingkat super rendah 2.5% dan menghapus sikap lembut (easing bias) pada pernyataan kebijakan, dengan mengatakan kebijakan yang paling cocok untuk saat ini adalah kestabilan suku bunga.
IHSG turun 34 poin (-0.78%) ke level 4352.3 dengan Market Breadth yang sangat negatif karena untuk setiap saham yang naik, terdapat dua saham yang turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 berkurang 7.5 poin (-1.03%) ke level 726.6. Investor asing menarik IDR340.8 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Pergerakan naik pada awal sesi perdagangan di Wall Street membantu mengerek indeks saham di Eropa keluar dari teritori negatif, meskipun investor kesulitan memerangi tingkat kepercayaan yang menyusut dan kekhawatiran atas pertumbuhan global.
Indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kenaikan yang cukup besar, merebut kembali sebagian dari poin yang hilang hari sebelumnya dimana indeks DJIA terpangkas lebih dari 300 poin.
Investor menyambut baik penurunan 1.5%, lebih kecil dari ekspektasi, pada data Factory Orders untuk bulan Desember setelah tumbuh 1.5% di bulan November.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Data GDP Indonesia Q4 2013 yang diprediksi menurun 32bps menjadi 5,30% berpotensi akan membawa sentimen negatif bagi pasar. Akan tetapi, menguatnya bursa AS dan beberapa bursa Asia pada perdagangan terakhir diharapkan bisa mengangkat kinerja IHSG. DJIA ditutup menguat +0,47% menjadi 15.445,24 sedangkan S&P500 juga menguat 0,76% menjadi 1.755,2. Demikian halnya dengan Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8% menjadi 131,23.
Secara teknikal IHSG hari ini dibuka gap down mengkonfirmasi pola bearish harami namun berjalannya perdagangan IHSG berhasil menguat hingga membentuk green candle meskipun tidak dapat menutup Gap yg terbentuk hari ini. Indikator Stochastic berpotensi dead-cross di area moderate osilator dengan Bearish momentum yang diperlihatkan oleh RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed mencoba menutup gap yang terbentuk hingga level 4375 namun kecenderungan bergerak melemah. support resistance IHSG berada pada kisaran 4326-4393 saham - saham yang dapat di perhatikan antara lain ADRO, BHIT, BKSL, HRUM, INCO, SMCB.
0 comments:
Post a Comment