Indeks saham di Asia bergerak fluktuatif dan kesulitan mempertahankan kenaikan menyusul pergerakan datar (flat) indeks saham di Wall Street dan karena investor khawatir atas  langkah kebijakan yang di ambil China di tengah tifak adanya rilis data ekonomi penting.

Atmosfir kehati-hatian di pasar juga terjadi menjelang paparan dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen hari kamis nanti dimana beliau akan menjawab berbagai pertanyaan mengenai penurunan kinerja ejonomi AS dan apa dampaknya bagi kebijakan moneter.

IHSG jatuh 44.6 poin (-0.97%) dan di tutup di level 4532.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpuruk 9.4 poin (-1.22%) ke level 758.8. Namun, investor asing menarik IDR145.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa memperkecil penurunan setelah data penjualan rumah di AS yang keluar lebih baik dari ekspektasi sedikit meredam kekhawatiran dampak dari kenaikan suku bunga KPR dan cuaca buruk pada penjualan rumah. Namun sebagian besar indeks masih di tutup di teritori negatif.

Penjualan rumah lompat 9.6% di bulan Januari menjadi 468,000 unit, tertinggi sejak Juli 2008.

Perhitungan kedua data Gross Domestic Product (GDP) Kuartal IV Inggris tidak berubah, masih 0.7%.

Di dorong oleh sentimen positif dari data penjualan rumah, indeks saham utama di AS berhasil mencatatkan kenaikan tipis, dengan indeks NASDAQ sempat menyentuh level tertinggi dalam 14 tahun.

Presiden Federal Reserve Bank Boston Eric Rosengren mengatakan penurunan Tingkat penagngguran akhir akhir ini terlalu melebih lebihkan tingkat kesehatan pasar tenaga kerja dan seharusnya tidak menjadi pemicu untuk mempercepat penarikan stimulus moneter oleh bank sentral.


IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Investor masih cenderung wait and see menunggu sejumlah data penting yang akan dirilis hari ini, seperti tingkat pengangguran Jerman, tingkat pengangguran Jepang, national Consumer Price Index dan pidato Gubernur The Fed Jenet Yellen berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG. Bursa AS bergerak flat pada perdagangan terakhir. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik kurang dari 1 poin ke posisi 1.845,16. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average  naik 0,1% menjadi 16.198,41. 

IHSG melanjutkan pelemahannya sehingga membentuk pola candle Three Black Crows serta telah mencapai target pertama pada pola bearish AB=CD pattern serta Support MA200 pada level 4520. Indikator Stochastic bergerak bearish yang cukup kuat di area moderate osilator dengan Bearish momentum pada indikator RSI. Directional Movement Index bergerak menutup ruang pergerakan bullish. Diprediksikan IHSG akan bergerak fluktuatif cenderung melemah dengan range pergerakan 4509-4560. saham - saham yang mulai dapat diperhatikan antara lain ACES, EXCL, INCO, SIMP.


0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top