Indeks saham di Asia naik, terkerek oleh perhitungan awal (flash) data manufacturing PMI AS, meskipun kehawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi China masih dapat menahan investor memburu aset aset di emerging markets.

Gubernur Bank Of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan Jumat lalu bahwa pelemahan nilai tukar JPY dan tingginya harga energi memberi kontribusi yang besar pada harga di tingkat konsumen.

Berbicara di dalam rapat kerja dengan parlemen, juga mengatakan inflasi sudah menyebar ke berbagai jenis barang, indikasi ekspansi pada permintaan domestik.

IHSG terbang 47.9 poin (1.04%) dan di tutup di level 4646.2 dengan Market Breadth yang sangat positif karena jumlah saham naik dua kali lipat dari jumlah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 8.5 poin (1.09%) ke level 784.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing bertambah 138.1 poin (3.06%) dan 27.3 points (3.60%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy IDR588 miliar, menambah total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR4,44 triliun.

Indeks saham di Eropa akhir pekan lalu di tutup menguat sehingga menciptakan kenaikan mingguan selama 3 kali beruntun.

Di hari yang sepi rilis data ekonomi, data Penjualan Ritel Inggris menjadi fokus. Penjualan turun 1.5% di bulan januari dari bulan sebelumnya. Namun penurunan ini menyusul kenaikan yang solid di bulan Desember, Secara tahunan, Penjualan Ritel tumbuh 4.3%. Faktor yang perlu diperhatikan adalah data bulan januari ini mencakup periode musim hujan dimana terjadi bemcana banjir besar di berbagai bagian Inggris.

Indeks saham utama di AS turun dan mayoritas mencatatkan penurunan mingguan karena investor mencerna laporak keuangan dari sejumlah perusahaan internet seperti Intuit dan Groupon serta satu lagi data ekonomi memperlihatkan pemburukan, kali ini dari pasar perumahan.

Penjualan Rumah Lama (Existing Home Sales) turun bulan lalu ke level terendah dalam lebih dari setahun, dengan penjualan bulan Januari anjlok 5.1%, melebihi ekspketasi penurunan 3.5%. 

Adanya potensi aksi profit taking membuat IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen pasar masih cenderung mixed, dirilisnya data Existing Home Sales (MoM) Januari 2014 di AS yang menurun berpotensi membawa IHSG ke zona negatif. Namun, adanya pertukaran nota diplomatik mengenai pinjaman Yen dari pemerintah Jepang untuk tujuh buah proyek di Jakarta berpotensi mendongkrak kinerja IHSG. Di lain sisi, sentimen di awal minggu terakhir pada bulan Februari terfokus pada dirilisnya CPI Eropa yang diekspetasikan akan cenderung menurun.

Secara teknikal IHSG masih bergerak di area overbought dengan indicatior stochastic dan bergerak masih membentuk Bearish AB=CD pattern pada 161.8% fibbonaci. IHSG juga telah berada di upper bands pada indikator bolliger bands mengindikasikan akan terjadi pemantulan dalam waktu dekat. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah menutup gap yang terbentuk kelevel 4598. Support resistance 4623-4660. Saham - saham yang dapat diperhatikan APLN, BDMN, BKSL, BTPN, EXCL.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top