Indeks saham di Asia bergerak mixed menjelang rilis naskah dari pertemuan terkini Federal Reserve dan karena investor memperhatikan pergerakan suku bunga di China.
Para pelaku pasar secara cermat memberi perhatian pada bank sentral China (PBOC) yang mengeluarkan obligasi forward repo, menarik $8 miliar keluar dari pasar uang pada hari Selasa setelah data memperlihatkan pertumbuhan kredit yang masih tinggi di bulan Januari, namun PBOC belum mengambil langkah baru lagi kemarin.
PBOC sedang berusaha merancang kenaikan secara perlahan pada suku bunga untuk mendorong perusahaan mengurangi utang dan mempersulit aktifitas pinjam meminjam di luar sistem (shadow banking).
IHSG maju 36.5 poin (0.80%) dan di tutup di level 4592.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 naik 7.1 poin (0.92%) ke level 773.6. Investor asing membukukan Net Buy spektakuler IDR1,08 triliun.
Indeks saham di Eropa masuk ke dalam dan bertahan di teritori positif pada sat sat terakhir sesi perdagangan karena investor mengabaikan data pasar tenaga kerja Inggris dan data Housing Starts AS.
Data Housing Starts AS anjlok 16% di bulan Januari, jauh lebih besar dari ekspektasi seiring dengan cuaca dingin yang mempengaruhi permintaan.
Tingkat Pengangguran Inggris secara tak terduga naik menjadi 7.2% di tiga bulan terakhir tahun 2013. Para analis memprediksi Tingkat Pengangguran tetap di 7.1% atau bahkan turun ke 7%. Sementara itu, data lain memperlihatkan pertumbuhan upah yang lebih cepat dan kalim pengangguran yang menurun, indikasi pasar tenaga kerja Inggris semakin membaik.
Indeks saham utama di AS melemah setelah naskah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve memperlihatkan belum terbentuknya konsensus mengenai kapan suku bunga jangka pendek akan mulai di naikkan.
Penurunan data Housing Starts yang melebihi ekspektasi juga turut menekan sentimen.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Kemenkeu merevisi hampir seluruh asumsi makro tahun ini, menyusul perkembangan ekonomi yang meleset jauh dari proyeksi APBN 2014. Defisit neraca jasa yang kian lebar juga menjadi sentimen negatif bagi kenaikan IHSG. Namun, lembaga pemeringkat dunia, Moody's menyatakan bahwa perbankan di Indonesia relatif stabil. Hal ini diharapkan bisa menjadi pendongkrak kinerja IHSG.
Secara teknikal bergerak terkonsolidasi setelah pada candle sebelumnya berbentuk northern star namun gagal dikonfirmasikan, Indikator Stochastic masih memberikan pergerakan yang cenderung menjenuh di area overbought dengan momentum dari RSI dan william %R berpotensi bearish momentum diarea overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed dengan diwarnai aksi taking profit. Terdapat potensi melanjutkan penguatan namun terbatas. range pergerakan IHSG berada pada kisaran 4570-4615.
0 comments:
Post a Comment