Mayoritas indeks saham di Asia naik di dorong oleh data inflasi China sementara US Dollar kesulitan menguat setelah pelemahan data ekonomi AS menekan nilai tukar US Dollar terhadap Euro ke level terendah dalam tiga pekan.

Inflasi China tetap terkendali di bulan Januari sementara inflasi di tingkat produsen terus mengalami penurunan, tanda bahwa inflasi tidak akan mencemaskan pembuat kebijakan untuk saat ini. 

Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) tumbuh 2.5% (Y/Y) dan berada di level terendah dalam 7 bulan terakhir. Sementara Producer Price Index turun selama 23 bulan beruntun, melambat jadi 1.6% (Y/Y), sedikit lebih baik dari ekspektasi penurunan 1.7%.

Secara bulanan, Consumer Price Index tumbuh 1% sementara Producer Price Index menciut 0.1%.


IHSG menguat 16.4 poin (0.36%) dan di tutup di level 4508 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.9 poin (0.39%) ke level 757.6. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing maju 41.4 poin (0.93%) dan 6.5 poin (0.87%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy sebesar IDR44.4 miliar, mengerek total Ney Buy asing minggu lalu menadi IDR1.98 triliun.

Indeks saham di Eropa menguat dengan sentimen di dongkrak oleh data pertumbuhan ekonomi zona Euro yang keluar lebih baik dari ekspektasi sementara indeks saham Italia bereaksi positif terhadap prospek naiknya Perdana Menteri baru.

Ekonomi zona Euro di Kuartal IV 2013 tumbuh lebih cepat dari ekspektasi dengan mencatatkan ekspansi 0.3%, lebih tinggi dari ekspektasi 0.2%.

Indeks saham utama di AS mengakhiri perdagangan minggu lalu dengan kenaikan mingguan terbesar tahun ini, dengan indeks NASDAQ mendorong NASDAQ mencapai level tertinggi sejak Juli 2000 karena investor mengabaikan berbagai data ekonomi yang memberi gambaran tidak jelas (mixed) mengenai kondisi ekonomi AS.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Meskipun banyak sentimen positif dari global maupun regional, diwaspadai IHSG mengalami profit taking. Sentimen positif datang dari Zona Eropa, di mana PDB Uni Eropa meningkat 0,3% setelah hanya menguat 0,1% pada kuartal III/2013. Lalu, kredit baru China juga menyentuh rekor pada Januari karena lonjakan pinjaman, namun demikian inflasi tetap terjaga. Hal ini seakan menepis keraguan ekonom akan perlambatan ekonomi China di tahun 2014.

Secara teknikal terkonsolidasi dan membentuk Double top sehingga memberikan signal negatif, Stochastic bergerak melambat di area overbought indikasi terjadi dead-cross sangat kuat, RSI, CCI dan William %R mempunyai momentum yang sama di area overbought menandakan IHSG sudah berada di area rawan terjadi profit taking. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung diwarnai aksi profit taking dengan support resistance 4485-4521.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top