Indeks saham di Asia melemah akibat aksi ambil untung (profit taking) di dorong oleh meredanya kepercayaan atas prospek pertumbuhan ekonomi global dan janji tidak ada perubahan pada kebijakan moneter AS. Investor memilih lebih fokus pada musim laporan keuangan di Asia.
Kondisi di Australia semakin memburuk di bulan Januari seiring pasar tenaga kerja yang kembali kontraksi, menghapus prospek kemungkinan pengetatan oleh bank sentral untuk menjinakkan inflasi.
Tingkat Pengangguran (Jobless Rate) lompat ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekadem, naik menjadi 6% di bulan Januari dari 5.8%. Tingkat Pengangguran Australia merangkak naik dengan PHK terutama di sektor pertambangan yang dulu sempat booming.
Laju inflasi India di bulan Januari turun melebihi estimasi analis menyusul kenaikan suku bunga oleh bank sentral India yang sedang gencar memerangi tingkat inflasi tertinggi di Asia.
Indeks Harga Konsumsi (Consumer Price Index) tumbuh 8.79% (Y/Y) dari 9.87% (Y/Y) di bulan Desember.
IHSG turun tipis 4.6 poin (-0.10%) dan di tutup di level 4491.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.6 poin (-0.21%) ke level 754.7. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR142.3 miliar.
Indeks saham di Eropa turun karena investor mencerba laporan keuangan sejumlah emiten dan data ekonomi AS yang keluar mengecewakan.
Penjualan ritel AS turun 0.4$ di bulan Januari. Tanpa menyertakan penjualan mobil, data penjualan ritel tumbuh flat. Penjualan ritel menyumbangkan sekitar sepertiga dari belanja konsumen, mesin utama pertumbuhann ekonomi.
Sementara itu, data Initial Jobless Claims minggu lalu bbertambah 8,000 menjadi 339,0000.
Indeks saham utama di AS menguat karena investor fokus pada laporan keuangan yang solid dan aksi korporasi dari beberapa emiten serta mengabaikan data ekonomi yang memeperlihatkan pelemahan.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Data Initial Jobless Claims AS menunjukkan adanya peningkatan, sehingga hal ini berpotensi membawa sentimen negatif bagi market. Namun, keputusan pemerintah AS untuk menaikkan pagu utang diharapkan mampu meredam kepanikan pasar. Serta, kebijakan BI untuk mempertahankan BI rate pada level 7,5% berpotensi membawa angin segar bagi IHSG.
Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola double top yang berindikasikan akan berbalik arah dan hari ini IHSG membentuk pola bearish harami yang cukup valid dimana terjadinya pola di awali dengan uptrend jangka pendek. Bergerak di area overbought membuat Indikator Stochastic tidak berhenti memberikan signal negatif dengan Momentum RSI dan William %R yang berpeluang besar reversal ke momentum. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak melemah hingga menutup gap yang terbentuk hingga kisaran 4470. range pergerakan IHSG berada pada kisaran 4470-4505.
0 comments:
Post a Comment