Memperpanjang momentum kenaikan, indeks saham di Asia memulai perdagangan minggu ini dengan menguat seiring dengan investor yang menagbaikan data ekonomi Jepang dan seeiring dengan meredanya kekhawatiran atas emerging markets menarik keluar dana dari safe haven seperti US Dollar sementara mendongkrak harga komoditas seperti emas. 

Beberapa mata uang Asia yang sempat terpuruk, semua menguat seir
ing membaiknya sentimen dan muali kembalinya aliran dana asing ke dalam emerging markets.

Ekonomi Jepang tumbuh 0.3% di Kuartal IV 2013 dari kuartal sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pertumbuhan dari para analis yang sebesar 0.7%. Meskipun demikian, ini menandakan ekspansi ekonomi selama 4 kuartal beruntun seiring dengan peningkatan konsumsi dan belanja modal korporasi yang berhasil menopang pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Secara tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 1% di Kuartal IV, jauh lebih rendah dari ekspketasi pertumbuhan 2.3%.

IHSG melompat 47.3 poin (1.05%) dan di tutup di level 4555.4 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 9.1 poin (1.20%) ke level 766.7. Investor asing membukukan Net Buy yang spektakuler, sebesar IDR1,08 triliun.

Indeks saham di Eropa menguat, dengan saham sekotr pertambangan mengikuti pergerakan naik harga komoditas dan investor menyambur sejumlah rilis lapran keuangan korporasi.

Dunia perpolitikan Italia juga menjadi sorotan setelah PM Enrico Lettamengundurkan diri Jumat lalu, menyusul desakan dari Matteo Renzi, ketua dari partai politik terbesar di Italia.

Renzi, 39 tahun, selangkah lagi menjadi PM Italia termuda setelah Presiden Giorgio Napolitano secara resmi memintanya untuk membentuk pemerintahan baru. Renzi selama ini mendorong implementasireformasi ekonomi yang lebih cepat dan di nilai para pengamat sebagai catalyst positive bagi pasar modal Italia.

Indeks saham utama di AS tutup merayakan hari libur nasional President Day

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini karena dibayangi oleh aksi profit taking. Kendati demikian, sentimen regional masih dalam zona positif. BI memperkirakan laju inflasi pada Februari 2014 berada di bawah 0,6% (mom), lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2013 sebesar 1,07% (mom). Selain itu, Wakil Menkeu juga memprediksi defisit transaksi berjalan (CAD) juga akan turun pada triwulan I-2014. Hal ini menyebabkan Rupiah mulai mengalami penguatan dan berada di kisaran Rp 11.700.
Sementara itu, sentimen global masih cenderung fluktuatif. Menurunnya GDP Jepang membuat pemerintah Jepang berencana untuk menyuntikan dana kembali. Serta, hari ini (18/2) Bank of Japan akan membahas mengenai kebijakan suku bunga dan kebijakan moneternya.

Secara teknikal IHSG berhasil golden-cross dengan MA200 namun berpotensi membentuk pola bearish AB=CD pattern yang dimana mengindikasikan terjadi koreksi hingga level 4450 - 4400. Stochastic masih memberikan signal waspada di area overbought dengan momentum RSI yang bergerak melambat diikuti William %R yang telah bergerak jenuh di area overbought. IHSG juga mendekat di upper bands dengan resistance upper bands berada pada level 4571 Bila IHSG tidak mampu break out maka signal distribusi yang sangat kuat akan tarjadi pada indikator Bollinger bands. Diprediksikan IHSG akan rawan aksi ambil untung dan bergerak mixed cenderung akan melemah berada pada kisaran 4533-4582.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top