Indeks saham di Asia rally selama 4 hari beruntun karena data ekonomi China dan pandangan ekonomi yang optimis dari ketua Federal Reserve Janet Yellen memperbesar keberanian investor memburu aset berisiko tinggi. 

Kinerja perdagangan China di bulan Januari melampaui perkiraan seiring pertumbuhan impor yang mencapai tingkat tertinggi dalam 6 bulan, berlwanan dengan ekspektasi pasar bahwa ekonomi China sedang mengalami kelesuan yang semakin parah.

Akan tetapi, analis yang meyakini libur panjang Tahun Baru China akan menekan aktifitas perdagangan, memperingatkan bahwa data bulan januari ini mungkin saja di gelembungkan oleh pedagang yang memalsukan transaksi jual beli untuk menyelundupkan uang tunai ke dalam China untuk menghindari kebijakan kontrol devisa. 

Nilai keseluruhan ekspor China naik 10.6% (Y/Y) di bulan Januari. Nilai impor lompat 10% (Y/Y), tertinggi sejak Juli 2013 dan secara telak mengalahkan prediksi pasar yang hanya 3%. Impor minyak mentah, bijih besi dan tembaga mencatat rekor tertinggi.

Surplus Neraca perdangan China naik menjadi $31.9 miliar, jauh di atas perkiraan $23.7 miliar dan surplus bulan Desember yang sebesar $25.6 miliar.

IHSG maju 26.1 poin (0.58%) dan di tutup di level 4496.3 dengan Market Breadth yang positif karena jumlah saham naik hampir dua kali lipat saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.1 poin (0.55%) ke level 756.3. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR418.5 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat karena investor menyambut baik kombinasi janji ketua Federal Reserve janet yellen untuk melanjutkan lebijakan moneter yang akomodatif, data ekspor China dan kesepakatan utang di Kongres AS.

Indeks saham utama di AS bergerak mixed dengan indeks NASDAQ berhasil mencatat kenaikan tipis seiring dengan investor mengambiljeda senenak setelah melakukan rally 4 hari terbesar dalam lebih dari setahun.

IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini. Investor cenderung untuk wait and see menunggu keputusan BI atas BI rate bulan Februari 2014 yang akan diumumkan hari ini (13/2) dan AS akan mengumumkan Retail Sales (MoM) per Januari serta dirilisnya data Initial Jobless Claim. Pun demikian, BI rate diprediksi akan cenderung flat di 7,5% karena inflasi di awal tahun 2014 relatif masih tinggi. Namun, pertumbuhan neraca perdagangan China Januari 2014 yang mencatatkan kenaikan surplus $31.86B diharapkan mampu mendongkrak kinerja IHSG.

Secara teknikal pergerakan IHSG telah mematahkan pola reversal dan gap up berpeluang membentuk doubel top. Stochastic beradap pada area overbought dengan indikasi pergerakan bearish setelah dead-cross pada 2 hari lalu. Momentum IHSG telah berada pada area jenuh beli / Overbought dari Indikator William %R telah mencapai -6.2 Overbought osilator. IHSG akan menguji resistance MA200 nya pada level 4540 bila resistance ini tercapai mengindikasikan pergerakan IHSG telah berada diarea positif (Bullish trend). Bila memantul / tertahan pada MA200 kemungkinan IHSG akan terkoreksi hingga maksimum minor trend pada level 4380. IHSG diprediksikan akan bergerak fluktuatif cenderung diwarnai aksi pofit taking dengan range pergerakan 4463-4514.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top