Indeks saham di Asia naik namun perdagangan berlangsung sepi karena investor menantikan pidato ketua Federal Reserve Janet Yellen. Volume perdangan juga kecil dengan di tutupmya pasar saham di Jepang karena bertepatan dengan hari libur nasional.
Yellen akan tampil di depan Financial Services Committee House Of Representative pada hari Selasa waktu seetempat dan kemudian di depan Senate Banking Committee pada hari Kamis. Dengan tidak adanya jadwal pertemuan FOMC bulan Februari membuat pidato Yellen menjadi faktor penggerak pasar terbesar untuk bulan ini.
Secara umum analis meyakini Yellen akan mempertegas komitmen Federal Reserve dalam mengurangi pembelian aset selama ekonomi teru membaik seperti yang di harapkan.
Alasan untuk tetap melkukan tapering adalah investor obligasi telah belajar hidup tanpa Quantitative Easing tanpa kepanikan, seperti yang beberapa kali mereka lakukan tahun lalu.
Investor juga telah menyadari bahwa tapering tidak sama dengan pengetatan moneter dan mendorong ekspektasi kenaikan pertama atas suku bunga oleh Federal Reserve hingga tahun 2015, tindakan yang tentunya akan di dukung oleh anet Yellen.
IHSG maju 19.4 poin (0.44%) dan di tutup di level 4470.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.3 poin (0.58%) ke level 752.1. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR533.1 miliar.
Indeks saham di Eropa naik setelah pidato pertama ketua baru Federal Reserve Janet Yellen yang menekankan lesinambungan kebijakan moneter dan menilai pemulihan pasar tenaga kerja jauh dari selesai.
Indeks saham utama di AS melonjak dengan indeks DJAI mencatatkan kenaikan tiga angka dan kinerja indeks NASDAQ yang berubah positif untuk pertama kali tahun ini setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen berjanji untuk menekan suku bunga dan melanjutkan pengurangan pembelian aset jika ekonomi terus membaik.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Dirilisnya data neraca perdagangan China hari ini akan menjadi fokus utama para investor.
Akan tetapi, adanya beberapa sentimen positif global diharapkan mampu mendongkrak kinerja IHSG. Menurut laporan yang dirilis OECD pada hari Senin (10/2) lalu, ada indikasi positif atas penguatan ekonomi negara maju seperti Inggris, Italia, Jepang, dan AS tahun ini. Sedangkan untuk Asia, lima negara Asia utama yaitu China, India, Korea Selatan, Jepang dan Indonesia tumbuh stabil pada kuartal IV/2013.
Di samping itu, Gubernur The Fed yang baru, Janet Yellen pada pidatonya dini hari tadi (12/2) memastikan bahwa dirinya akan melanjutkan kebijakan pendahulunya Ben S Bernanke, yakni menurunkan nilai stimulus secara bertahap dan memberikan sinyal bahwa tingkat suku bunga AS akan tetap rendah. Hal ini menimbulkan optimisme di bursa saham Wall Street. DJIA menguat 1,21% di 15.994,77 dan S&P500 menguat 1,09% di 1.189,75.
Secara teknikal IHSG pada hari selasa bergerak konsolidasi setelah pada hari senin membentuk dark cloud cover namun indikasi melemah masih cukup kuat dilihat green candle pada hari selasa tidak mampu melampaui red candle pada hari sebelumnya. Dead-cross di area overbought pada indikator Stochastic, Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung mewaspadai Aksi profit taking yang akan terjadi dalam waktu dekat. Support resistance IHSG berada pada kisaran 4457 - 4488. Saham - saham yang dapat diperhatikan ANTM, CPIN, EXCL, HRUM, ADRO.
0 comments:
Post a Comment