
Indeks saham di Asia bergerak mixed karena kinerja pasar saham Jepang tahun ini menimbulkan lonjakan permintaan atas safe haven seperti JPY dan obligasi dengan rating tinggi.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mengakhiri penurunan selama seminggu beruntun dengan di tutup di level 14,160. Namun Nikkei tidak pernah mendekati bahkan menguji level resistance 14,425 yang juga merupakan garis MA 200 hari sementara terbentuk gap besar yang harus di isi antara penutupan hari Senin dan pembukaan hari Selasa.
Investor juga menyambut baik data yang memerplihatkan upah di Jepang mencatatkan kenaikan tahunan selama 2 bulan beruntun di bulan Desember.
Sektor manufaktur Taiwan di bulan Januari mencatatkan ekspansi tercepat dalam hampir 3 tahun seiring meningkatnya output dan pesanan baru (new orders). Data HSBC Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 55.5 di bulan Januari, naik dari 55.2 di bulan Desember dan memperpanjang ekspansi menjadi 4 bulan beruntun.
IHSG menguat 32.1 poin (0.74%) ke level 4384.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 7.4 poin (1.02%) ke level 734. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR144.2 miliar.
Indeks saham di Eropa, menguaty seiring aktifitas bisnis di zona Euro yang selama bulan Januari ekspansi dengan laju tercepat sejak Juni 2011.
Data lain memperlihatkan data penjualan ritel zona Euro keluar lebih rendah dari ekspeektasi. Penjualan Ritel turun 1.6% di bulan Desember dan Penjualan bylan November di revisi menjadi 0.9% dari 1.4%. Penjualan Ritel di Jerman memncatatkan kierja terparah dengan turun 2.4%.
Indeks saham utama di Wall Street turun tipis karena data sektor jasa (Services) yang melebihi estimasi membantu menetralisir data yang memperlihatkan sektor swasta menambah tenaga kerja lebih sedikit dari yang di antisipasi.
Data ISM Non-Manufacturing Index bulan Januari berada di level 54. Data ADP Employment Report menunjukkan sektor swasta menambah 175,000 pekerja di bulan Januari, sedikit di bawah perkiraan analis yang sebesar 180,000.
Pergerakan bursa-bursa di luar relative mix menutup perdagangan kemarin malam, di AS pergerakan cenderung tipis di zona negatif, dan di eropa relatif tipis di zona positif. Data ADP nonfarm employment dilaporkan turun melebihi ekspektasi dan sebaliknya ISM non manufakturing PMI yang dilaporkan naik menjadi sumber pergerakan miks ini. Investor terlihat menanti data non farm payroll dan dana klaim pengangguran yang akan segera dilaporkan. Hal ini memberikan sentimen miks bagi bursa di asia, namun IHSG kami perkirakan mash dpat bergerak naik melihat momentum bullish yang nampak kemarin.
Secara teknikal IHSG terkonsolidasi kemarin sesuai prediksi dua hari lalu mentutup gap yang terbentuk serta golden-cross dengan MA7 meskipun semua indikator pendukung memberikan signal negatif. Indikator Stochastic bergerak jenuh di area moderate osilator, Indikator MACD juga masih memberikan signal bearish dengan histogram yang terus melemah ke area negatif, sedangkan Indikator RSI, ROC and William %R bergerak bullish reversal momentum pada area moderate osilator mengisyaratkan momentum IHSG terlah terbagas kenaikannya. IHSG akan diprediksikan bergerak mixed menguat terbatas dengan support resistance 4370-4407. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII, BHIT, INCO, INDF, JSMR, PTBA.
0 comments:
Post a Comment