Sentimen juga tidak di tolong oleh berita dari China di mana data resmi Purchasing Manager Index (PMI) turun ke level 50.5 di bulan Januari, sesuai ekspektasi, dari 51.1 di bulan Desember.
Pertambahan sektor Jasa (Services) China juga melambat ke level terendah dalam 5 tahun, bukti momentum pertumbuhan ekonomi yang tersendat dan telah menjadi catalyst negatif di balik aksi jual yang menimpa emerging markets dalam 2 minggu terakhur ini.
Sektor manufaktur Asia, selain China, memperlihatkan tanda ekspansi yang solid di bulan Januari seiring membengkaknya raihan kontrak (order book). Data Manufacturing PMI India mencatatkan ekspkansi tercepat sejak Maret 2013 dan di Korea Selatan sektor manufaktur ekspansi dengan laju tercepat dalam 8 bulan.
IHSG turun 32.5 poin (-0.74%) ke level 4386.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 berkurang 7.6 poin (-1.02%) ke level 734.2. Investor asing menarik IDR452.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah di dorong kekecewaan atas data manufaktur AS dan kekhawatiran atas kelesuan ekonomi China.
Data ISM Manufacturing Index turun ke level 51.3 bulan lalu, terendah sejak Mei 2013, dari 56.5 di bulan Desember seiring permintaan baru (new orders) yang mencatatkan pertumbuhan terburuk dalam 33 tahun.
Sektor manufaktur zona Euro bulan Januari menikmati kinerja bulanan terbaik sejak pertengahan 2011 seiring membanjirnya pesanan baru, memicu penambahan tenaga kerja untuk pertama kali dalam 2 tahun. Data Manufacturing PMI zona Euro naik ke level 54, lebih baik dari perhitunagn awal 53.9 dan dari pencapaian vulan Desember, 52.7.
Indeks saham utama di Wall Street anjlok dan menembus batas support penting setelah data ISM Manufacturing Index keluat mengecewakan, memperbesar kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS, terutama menjelang rilis data tenaga kerja Jumat nanti.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Angka inflasi yang relatif tinggi di bulan Januari 2014, yaitu 1.07% berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar. Akan tetapi, surplus neraca perdagangan bulan Desember 2013 sebesar $1.52B diharapkan bisa membantu mendongkrak kinerja IHSG. Data GDP Indonesia Q4 yang akan dirilis Rabu (5/2) besok juga membuat investor cenderung untuk wait and see, sehingga membuat market cenderung bergerak mixed.
Dari luar negeri juga masih minim sentimen positif. Setelah data manufacturing PMI China dirilis menurun, data manufacturing PMI US juga dirilis menurun dari 57 ke 51,3.
Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami dengan Stochastic yang terlihat terkonsolidasi di area moderate osilator. Indikator Moving average Convergence Divergence (MACD) memberikan signal sell yang cukup kuat ditandai dead-crossnya MACD line dengan Signal line di overbought area dan Histogram yang melemah ke area negatif. Range 4339 - 4406. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AALI, BHIT, INCO, MNCN, BORN.
0 comments:
Post a Comment