Indeks saham di Asia rally setelah Turki mengejutkan investor dengan kenaikan tajam suku bunga, menumbuhkan harapan tindakan drastik akan memotong lingkaran setan aksi jual di emerging markets dan membangkitkan kembali risk appetite.
Dalam pertemuan kebijakan yang berlangsung hingga tengah malam, bank sentral Turki mengikuti langkah India dan Brazil dengan kenaikan 425 basis poin sehingga suku bungan acuan melonjak menjadi 12%.
Mata uang dari Malaysia hingga Indonesia dan India semua menguat terhadap USD, dengan mata uang Won Korea Selatan mencatatkan kenaikan harian dalam 4 bulan.
Sebaliknya, safe haven JPY melemah seiring menguatnta USD sekitar 0.4% ke level 103.31 dari 101.71, terendah dalam 7 minggu, di awal minggu ini.
Bank sentral negara negara berkembang yang lain diperkirakan juga kan mengambil langkah serupa untuk menjinakkan tekanan inflasi di dalam negeri dan menhan aliran keluar dana asing. Bank sentral Afrika Selatan di jadwalkan mengadakan pertemuan Rabu malam.
IHSG naik 75.7 poin (1.74%) ke level 4417.3 dengan Market Breadth yang sanagt positif karena jumlah ssaham naik melebihi 3 kali lipat jumlah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 15.2 poin (2.09%) ke level 742.5. Investor asing mencatatkan Ney Buy IDR245.2 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah seiring dengan kegagalan kenaikan suku bunga di Turki dan Afrika Selatan meredakan kecemasan atas volatilitas di emerging markets dan investor justru mengalihkan perhatian pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Indeks saham utama di Wall Street berakhir turun tajam, menghapus kenaikan yang diperoleh sehari sebelumnya, setelah Federal Reserve memutuskan tetap menjalankan rencana pengurangan program bulanan pembelian obligasi, sekaratang turun menjadi $65 miliar, meskipun akhir akhir ini terdapat tekanan pada eemerging markets.
IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat. Mengacu pada indeks saham utama di Wall Street berakhir turun tajam, menghapus kenaikan yang diperoleh sehari sebelumnya, setelah Federal Reserve memutuskan tetap menjalankan rencana pengurangan program bulanan pembelian obligasi, sekaratang turun menjadi $65 miliar, meskipun akhir akhir ini terdapat tekanan pada emerging markets.
Secara teknikal IHSG telah mengkonfirmasi pola piercing line dengan menguat cukup tinggi hingga hampir menutup gap yang terbentuk 2 hari lalu. Diprediksikan IHSG masih akan kembali menguat dengan range pergerakan IHSG berada pada level 4371 - 4448 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AKRA, ASII, INCO, KRAS, SMGR.
0 comments:
Post a Comment