Indeks saham di Asia turun di dorong oleh kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan di China dan pengurangan stimulus moneter di AS dapat mencederai ekonomi negara berkembang yang tergantung pada ekspor dan aliran modal asing.
Reserve Bank of India (RBI) menegejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan Repo rate 25 bps menjadi 8% dengan aladan ancaman inflasi. Namun, RBI juga mengatakan peluang pengetatan lebih lanjut dalam waktu dekat sangat kecil jika inflasi sesuai dengan perkiraan.
Investor juga fokus pada apakah bank sentral Turki, salah satu pusat dari krisis emerging markets, dapat menyelamatkan mata uang Lira pada pertemuan darurat Selasa malam. Nilai tukar Lira anjlok setelah minggu lalu bank sentral Turki memutuskan tidak menaikkan suku bunga.
Investor juga merasa nyaman dengan berita sebuah perusahaan trust di China mencapai kesepakatan untuk memecahkan produk investasi dengan yield tinggi yang desang bermasalah, hanya beberapa hari sebelum dinyatakan gagal nayar (default).
IHSG rebound 18.9 poin (0.44%) ke level 4341.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 4.9 poin (0.67%) ke level 727.3. Investor asing menarik IDR683.3 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa tutup di teritori positif setelah laporan keuangan emiten dan data Consumenr Confidence Index AS berhasil mengangkat sentimen pasar.
Consumer Confidence naik ke level 80.7 di bulan januari, lebih baik dari ekspektasi 78.1 atau tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Sementara itu, ekonomi Inggris mencatatkan laju pertumbuhan tercepat sejak awal krisis finansial dengan GDP tahun 2013 tumbuh 1.9% dari hanya 0.9% di tahun 2012.
Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan DJIA rebound setelah turun lima hari beruntun. Kenaikan indeks dan ETF emerging markets, laporkan keuangan yang solid dari Pfizer dan Ford serta kenaikan data Consumer Confidence turut mengangkat sentimen pasar.
IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat. Keputusan Bank Sentral Turki untuk menaikkan suku bunga dari 7,75% ke 12% diharapkan bisa menjaga kestabilan market. Dimikian halnya negara-negara berkembang lainnya seperti India yang menaikkan suku bunga sebesar 2,5 bp. Hal ini mengindikasikan bahwa emerging market mulai mengalami gejolak sehingga bisa menyebabkan investor untuk cenderung berhati-hati berinvestasi di emerging market.
Secara teknikal IHSG membentuk pola piercing line dengan signal positif pembalikan arah trend jangka pendek dengan Moving average 50 dilevel 4290 menjadi supportnya. Diprediksikan IHSG bergerak mixed cenderung menguat pada range pergerakan 4314-4393. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AKRA, BBNI, BMTR, JSMR, SMGR, TLKM.
0 comments:
Post a Comment