Indeks saham di Jepang turun pada hari terakhir perfangan di bulan Januari sementara indeks saham lain di Asia bergerak flat meskipun malam sebelumnya Wall Street rally.
Volume perdagangan sangat tipis karena libur perayaan hari raya Tahun baru China. Pasar aham di Shanghai, Hong Kong dan Korea Selatan tutup dan akan beroperasi kembali minggu ini.
Untuk bulan Januari, indeks Nikkei 225 mencatatkan kinerja terburuk di Asia dengan turun lebih dari 8%, terbesar sejak 2012. Indeks shanghai Composite menciut 4% sementara ASX 200 dan KOSPI masing masing terpangkas lebih dari 3%.
IHSG naik tipis 1.4 poin (0.03%) ke level 4418.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun 0.7 poin (-0.10%) ke level 741.8. Untuk bulan Januari, IHSG dan LQ-45 masing masing melonjak 144.6 poin (3.38%) dan 30.6 poin (4.31%). Investor asing Kamis lalu menarik IDR154.3 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa mengakhiri bulan Januari dengan peenurunan bulanan terburuk sejak bulan Juni setelah penurunan tak terduga pada data inflasi zona Euro menambah ketakutan kawasan Eropa akan mengalami deflasi.
Laju inflasi tahunan di 18 negara yang menggunakan mata uang Euro hanya tumbuh 0.7%, turun dari 0.8% di bulan Desember dan semakin menjauhi target inflasi 2%yang di tetapkan oleh bank sentral Eropa (ECB). Perkembangan ini akan menambah tekanan pada ECB untuk bertindak tegas dalam menghadapi ancaman penurunan harga.
Terakhir kali ECB memangkas suku bunga acuan bulan November lalu, sebagai respon dari penurunan laju inflasi tahunan dari 1.1% menjadi 0.7% di bulan Oktober 2013,
Indeks saham utama di Wall Street mengakhiri minggu dan bulan dengan penurunan tajam menyusul aksi jual yang di picu oleh kekecewaan atas laporan keuangan emiten, munculnya kembali ketakutan atas deflasi di Eropa serta maih berlanjutnya guncangan di pasar saham emerging markets.
IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. BPS berencana akan merilis data neraca perdagangan Desember 2013 dan inflasi Januari 2014. Sentimen positif datang dari dalam negeri, di mana neraca perdagangan per Desember 2013 diprediksi oleh Kemkeu, BI dan para ekonom akan mencatatkan surplus, sehingga mengurangi CAD. Namun, inflasi bulan Januari 2014 diprediksi berada di kisaran 0,9%-1,1% dan berpotensi membatasi kenaikan IHSG. Banjir, kenaikan harga listrik, gas dan air minum menjadi faktor utama lonjakan inflasi.
Dari luar negeri, China PMI jatuh ke level 50,5 di Januari 2014 atau terendah dalam 6 bulan. Hal ini memperkuat potensi perlambatan ekonomi China dan diprediksi akan memberikan sentimen negatif bagi IHSG.
Secara teknikal IHSG ditutup berhasil golden-cross dengan resistance MA7 dengan Indikator Stochastic yang masih bergerak bullish yang cukup terbuka diarea sekitar 40 range osilator. Namun momentum IHSG sedikit jenuh di area 56.35 range osilator pada Indikator RSI, Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed kecenderungan menguat terbatas dengan range pergerakan 4371-4442 saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AKRA, ANTM, ASII, JSMR, MNCN.
0 comments:
Post a Comment