Mayoritas indeks saham di Asia karena kontraksi pada data HSBC Flash Manufacturing PMI China yang di rilis hari Kamis dan kekecewaan atas laporan keuangan emiten meenekan sentimen perdagangan.

Penurunan data Manufacturing PMI China memperbesar kekhawatiran menegenai pertumbuhan ekonomi global, terutama psara negara berkembang (emerging markets) yanag sensitif terhadap pergerakan harga komoditas.

Investor mencari rasa aman dengan memburu emas, Yen dan Surang Utang Pemerintah dengan rating yang tinggi, sehingga mendongkrak yield surat utang Pemerintah AS (US Treasury) ke tingkat terendah dalam 7 minggu.

Selain itu, pada pertemuannya minggu depan, Federal Reserve diperkirakan akan terus membahas pengurangan program pembelian aset setelah data Initial Jobless Claims AS merefleksikan pertumbuhan pasar tenaga kerja, sehingga menambah tekanan pada mata uang negara berkembang (emerging markets).

IHSG anjlok 58.7 poin (-1.31%) ke level 4437.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun 13.6 poin (-1.79%) ke level 747. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing bertambah 25.1 poin (0.57%) dan 1.7 poin (0.23%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR285.6 miliar keluar dari pasar saham domestik sehingga mengurangi tital Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR805 miliar.

Indeks saham di Eropa turun tajam karena aksi jual (sell off) atas mata uang negara berkembang (emerging markets) membuat investor takut.

Data manufaktur China, di rilis awal minggu lalum secara mengejutkan kontraksi di bulab Januari, menambah tantangan yang di hadapi emerging markets seperti tapering oleh the Fed dan ketidakpastian politik di Tahiland, Turki dan Ukrania sehingga memicu anjloknya mata uang negara negara tersebut. 

Indeks saham utama di Wall Street turun tajam sementara harga ibligasi Pemerintah AS (US Treasury) rally seiring investor menarik dana dari emerging markets dan aset aset lain yang di anggap berisiko tinggi.

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Sebagian besar investor masih cenderung menunggu rilis data ekonomi Indonesia seperti inflasi di bulan Januari 2014 dan hasil kinerja keuangan para emiten tahun 2013. Serta, investor juga masih menunggu hasil rapat FOMC pada pekan ini untuk melihat kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah AS. 

Sentimen positif datang dari dalam negeri, di mana pemerintah memprediksi bahwa pemilu akan mendongkrak ekonomi Indonesia dan akan menyumbang PDB sebesar 0,3%.

Secara teknikal IHSG masih akan terkoreksi setelah mengkonfirmasi membentuk pola evening star dan dead-cross dengan MA7. Indikator Stochastic juga terlihat dead-cross diarea overbought sehingga pelemahan IHSG masih cukup kuat dengan Momentum dari Indikator RSI, ROC dan William % menyatakan adanya signal bearish momentum diarea overbought osilator. range pergerakan berada pada kisaran 4381-4465.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top