Indeks saham di Asia menguat tipis, di pimpin oleh indeks saham di China setelah bank sentral China menyiram dana ke pasar uang, meredakan kelangkaan kredit menjelang hari raya tahun baru Lunar, sementara kaputusan sejumlah bank sentral di kawasan Asia juga menjadi fokus.
Di akhir pertemuan 2 harinya, Bank Of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter, seperti yang di ramalkan, namun sejumlah investor kecewa BOJ tidak memberi sinyal penambahan stimulus.
Bank Of Thailand secara mengejutkan mempertahankan suku bunga acuan, meskipun pasar memperkirakan ketegangan politik akan mendorong bank sentral menurunkan suku bunga.
Berita bahwa IMF dalam laporan Wrold Economic Outlook (WEO) terbarunya menaikkan pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3.7% dari 3.6% Oktober tahun lalu juga turut mengangkat sentimen.
Laju inflasi Australia kuartal lalu mencapai 2.7% (Y/Y), di atas batas tengah dari kisaran target inflasi bank sentral, antara 2%-3% sehingga mengurangi ruang bagi pembuat kebijakan untuk menurnkan suku bunga.
IHSG naik 25 poin (0.56%) ke level 4477.5 dengan Market Breadth yang netral karena jumlah saham turun hampir menyamai jumlah saham naik. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertaambah 6 poin (0.81%) ke level 757.4. Investor asing melakukan Net Buy IDR373.5 miliar.
Indeks saham di Eropa di tutup mixed, dengan indeks saham di Portugal anjlok lebih dari 3% seiring dengan berjatuhannya saham perbankan.
Investor mencerna data pengangguran Inggris yang turun lebih besar dari ekspektasi sehingga memicu ketakutan Bank Of England (BOE) akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Tingkat Pengangguran September-November turun menjadi 7.1%, mendekati 7%, batas di mana BOE mulai menaikkan suku bunga.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street naik. Pasar mengabaikan sejumlah besar laporan keuangan yang keluar mengecewakan. Namun laporan keuangan IBM menekan kinerja indeks saham Blue Chip DJIA
IHSG diprediksikan bergerak mixed cenderung melemah karena masih adanya potensi profit taking. Namun, sentimen dari dalam maupun luar negeri cenderung positif. Para CEO optimis bahwa ekonomi dunia akan membaik, hal ini berdasarkan hasil survey PricewaterhouseCoopers LLC terhadap 1.344 CEO dunia dan dirilis di Davos, Swiss, jelang pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF). Sebelumnya IMF juga merevisi target pertumbuhan ekonomi global, sehingga hal ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi market termasuk IHSG. Hanya saja, dari dalam negeri sentimen negatif muncul karena adanya rencana PLN untuk menaikkan TDL bisa berpotensi mempengaruhi beban operasional perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia terutama di bidang manufaktur.
Secara teknikal Break out resistance fractal dilevel 4460 dengan indikasi akan melanjutkan penguatan hingga membentuk resistance fractal baru meskipun Momentum dari indikator William %R dan RSI berada di area overbought serta Indikator Stochastic bergerak konsolidasi di area overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range 4437 - 4491. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain MNCN, PTBA, ADRO, ASII.
0 comments:
Post a Comment