Indeks saham di Asia maol seiring meredanya ketakutan atas kelangkaan kredit (Credit Squeeze) di China, namun volume perdagangan masih sepi karena pasar saham AS yang libur merayakan hari Martin Luther King.
Perhatian tetap tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Of Japan (BOJ) yang akan di umumkan hari Rabu. Banyak pengamat sepakat BOJ tidak akan memperbesar program pembelian aset untuk saat ini, dengan April atau Oktober menjadi momen yang tepat bagi BOJ untuk mengambil keputusan.
Sentimen juga terangkat oleh komentar Menteri Perekonomian Jepang Akira Amari yang mengatakan ekonomi Jepang tampaknya sudah keluar dari jebakan deflasi.
People’s Bank Of China (PBOC) menyuntikkan dana ke pasar pada Selasa pagi. Tindakan ini menyusul keputusan yang di ambil hari Senin lalu untuk menyediakan dana secara langsung kepada perbankan melalui fasilitas pinjaman jangka pendek. Hasilnya, suku bunga di pasar uang mulai turun menjadi 5.6% dari 6% pada hari sebelumnya.
IHSG naik 20.9 poin (0.47%) ke level 4452.5 dengan Market Breadth yang positif karena jumlah saham naik hampir dua kali lipat jumkah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 2.9 poin (0.38%) ke level 751.3. Investor asing melakukan Net Buy IDR43.6 miliar.
Mayoritas indeks saham di Eropa berakhir naik, di dorong oleh peningkatan (upgrade) pertumbuhan ekonomi global oleh IMF dan intervensi pasar uang yang di lakukan oleh bank sentral China.
Data ZEW Economic Sentiment Index memperlihatkan sentimen investor atas kondisi ekonomi Jerman secara tak terduga turun di bulan januari, meskipun masih berada di level yang relatif tinggi.
Indeks saham utama di Wall Street berakhir mixed, dengan S&P 500 mencatatkan kenaikan pertama dalam 3 hari sementara DJIA turun akibat kekecewaan atas laporan keuangan Verizon Communication, Travelers Companies dan Johnson & Johnson.
IHSG berpotensi mengalami pergerakan mixed cenderung melemah karena adanya potensi aksi profit taking. BI memprediksi, akibat cuaca yang kurang baik di awal tahun bepotensi membuat inflasi di bulan Januari akan berada sedikit di atas 1%. Namun, sejauh ini BI dinilai masih mempertahankan kebijakan moneternya dan belum berencana untuk menaikkan BI rate. Dari luar negeri, ekonomi AS yang cenderung meningkat secara bertahap memperkuat dugaan bahwa The Fed akan meneruskan pengurangan stimulus pada pertemuan petinggi The Fed yang akan diselenggarakan 28-29 Januari nanti.
Secara teknikal IHSG bergerak gap up Break out resistance. MACD masih memberikan signal bullish namun Indikator Stochastic masih bergerak terkonsolidasi pada area overbought dengan momentum RSI dan William %R yang masih berada di area overbought. IHSG diprediksikan masih bergerak mixed cenderung dibayangi aksi ambil untuk dan pengkoreksian range pergerakan IHSG berada pada kisaran 4436 - 4460 saham - saham yang dapat diperhatikan antaralain BBCA, DILD, HRUM, INTA, ITMG, SGRO.
0 comments:
Post a Comment