Mayoritas indeks saham di Asia berakhir di teritori negatif setelah China melaporkan pertumbuhan ekonomi yang sedikit di atas perkiraan. Bagi banyak pihak ini melegakan namun tidak cukup untuk mengusir sikap kehati-hatian para investor. Likuiditasdi pasar keuangan juga berkurang karena pasar saham AS yang tutup dalam rangka hari libur nasional.

Pertumbuhan ekonomi China sedikit melambat menjadi 7.7% (Y/Y) di Kuartal IV 2013, sedikit lebih baik dari estimasi 7.6% dan paling tidak dapat menghapus ketakutan bahwa pengetatan kebijakan moneter dapat menyebabkan perlambatan yang lebih besar lagi.

Secara Kuartalan, ekonomi terbesar kedua di dunia tumbuh 1.8%, sedikit di bawah prekiraan 2%.

Data ekonomi lain yang di rilis kemarin juga kurang lebih sesuai dengan ekspektasi, dengan Penjualan Ritel tumbuh 13.6% (Y/Y) di bulan Desember sementara Industrial Output naik 9.7%.

Melawan ternd regional, IHSG naik 19.3 poin (0.44%) ke level 4431.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 3.1 poin (0.42%) ke level 748.5. Investor asing melakukan Net Buy IDR80.2 miliar.

Indeks saham di Eropa melemah setelah data memperlihatkan bahwa pertumbuhan di China terus mengalami perlambatan dan sentimen tertekan oleh Deutsche Bank yang secara tak terduga melaporkan kerugian di Kuartal IV 2013 akibat biaya ligitasi dan biaya penyesuaian valuasi.

IMF bersiap meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris di tahun 2014 dari 1.9% menjadi 2.4%. Meskipun IMF juga berencana menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, kenaikan pertumbuhan Inggris adalah yang terbesar.

Indeks saham utama di Wall Street tutup dalam rangka merayakan hri libur nasinal martin Luther King.

IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah. Perlambatan ekonomi yang dialami China masih membayangi penurunan IHSG. Akan tetapi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) masih positif. Kantor Statistik China di Beijing melaporkan, PDB China pada kuartal IV-2013 tumbuh sebesar 7,7%, dibanding kuartal sebelumnya. Angka PDB China itu melampaui prediksi ekonom, yakni 7,6%. Hal ini diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Secara teknikal IHSG masih bergerak terkonsolidasi belum dapat dikatakan keluar dari risiko terjadinya pembalikan arah. Dilihat dari momentum melalui Indikator RSI dan William %R IHSG masih terlihat terkonsolidasi di area overbought. Dengan demikian disarankan kepada investor untuk berhati - hati karena IHSG masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada range pergerakan 4386-4453. saham - saham yang dapat diperhatikan AALI, ANTM, BWPT, SGRO.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top