Indeks saham di Asia berakhir mixed menyusul pelemahan data perdagangan China dan seiring munculnya sikap kehati-hatian menjelang rilis data Non-Farm Payrolls AS pada Jumat malam.

Sirplus Neraca Perdagangan bulan Desember China mencapai $25.6 miliar, turun sedikit dari prediksi surplus $31.15 miliar, sementara ekspor tumbuh 4.3% secara tahunan, lebih rendah dari estimasi 4.9% dan menandakan perlambatan yang substansial di banding pertumbuhan pada bulan November, 12.7%. 

Sebaliknya, impor justru mengalahkan ekspektasi dengan melonjak 8.3%, lebih cepat dari pertumbuhan 5.3% di bulan November dan sekaligus mengalahkan ekspektasi pertumbuhan 5%.

Pada saat yang sama, investor menantikan data Non-Farm Payrolls, yang di jadwalkan keluar Jumat malam. Ekspektasi pasar adalah penambahan lapangan kerja sebanyak 197.000 dan Tingkat Pengangguran sekitar 7%.

IHSG melompat 53.8 poin (1.28%) dan di tutup di level 4255 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 melonjak 12.8 poin (1.83%) ke level 711.4. Secara mingguan, indeks saham bergerak flat, dengan IHSG turun hanya 2.7 poin (-0.06%) dan LQ-45 naik tipis 2.1 poin (0.29%). Investor asing Jumat lalu melakukan Net Buy IDR96.5 miliar sehingga mengurangi total Net Sell Asing minggu lalu menjadi IDR362 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat, dan secara mingguan mencatatkan kenaikan, meskipun data pasar tenaga kerja (Non-Farm payrolls) AS keluar lebih buruk dari perkiraan. Kenaikan indeks di topang oleh data yang memperlihatkan Industrial Production Perancis tumbuh 1.3% di bulan November, jauh di atas proyeksi para pengamat.

Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat karena berhasil menghapus penurunan yang terjadi setelah rilis data Non-Farm Payrolls, dengan S&P 500 dan NASDAQ mencatatkan kenaikan mingguan pertama tahun ini.

Usaha pembukaan lapangan kerja di AS mengalami kemunduran di bulan Desember karena ekonomi hanya menambah 74,000 lapangan kerja baru, terndah dalam hampir 2 tahun. Tingkat Pengangguran turun menjadi 6.7% sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja anjlok menjadi 62.8%, terburuk sejak Januari 1978.

IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak mixed ada kecenderungan menguat. Rilis data tenaga kerja AS yang tumbuh lebih tipis ketimbang prediksi Desember lalu membuat The Fed berpotensi melanjutkan rencana pengurangan stimulus secara bertahap. Hanya saja, pengaruh cuaca dingin yang sedang terjadi di AS mempengaruhi penghitungan pembayaran gaji di sejumlah perusahaan.

Dari luar negeri, sentimen positif dari zona euro juga berpotensi mendongkrak kenaikan IHSG hari ini. Suku bunga pinjaman bagi negara-negara yang berpotensi default, kembali ke level sebelum krisis terjadi.

Secara Teknikal IHSg bergerak pada zona positif berhasil menembus cloud sehingga berpotensi membentuk bullish trend jangka pendek. range pergerakan IHSG diprediksikan berada pada kisaran 4207-4318 saham yg dapat diperhatikan AKRA, BDMN, BHIT, BMTR, CTRS, LPKR, PGAS.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top