Indeks saham di Asia melemah mengikuti penurunan tajam indeks sajam di Wall Street yang dipicu oleh kekhawatiran pengurangan lebih lanjut stimulus oleh Federal Reserve. Saham saham yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global memimpin penurunan.
IHSG meroket 135.8 poin (3.19%) dan di tutup di level 4390.8, tertinggi untuk tahun ini, sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 melonjak 30.3 poin (4.26%) ke level 741.7. Investor asing melakuakn aksi borong saham sehingga menciptakan Net Buy sebesar IDR1.93 triliun.
Indeks saham di Eropa naik si dorong oleh perbaikan pada data penjaualan ritel bulan Desember AS dan juga hasil kinerja finansial perbankan.
Penjualan Ritel, di luar penjualan otomotif, bensin, bahan bangunan dan jasa restoran, tumbuh 0.7% di bulan Desember setelah tumbuh 0.2% di bulan November.
Kenaikan ini memberi indikasi belanja konsumen yang lebih tinggi di Kuartal IV dari Kuartal III. Ini juga indikasi terkini momentum yang kuat yang di miliki ekonomi AS memasuki tahun 2014.
JP Morgan Chase melaporkan kenaikan laba di Kuartal IV dalam segmen konsumer dan komunitas akibat rendahnya cadangan atas kredit macet, meskipun pendapatan turun.
Wells Fargo membukukan 10% kenaikan pada laba bersih, lebih baik dari ekspektasi, karena kelesuan pada lini usaha KPR dapat diimbangi oleh kontrol pengeluaran yang ketat.
Di Eropa, data Industrial Production bulan November zona Euro tumbuh pada laju tercepat dalam 3,5 tahun, mengalahkan estimasi para pakar.
Indeks saham utama di Wall Street menguat dan mencatatkan kinerja terbaik tahun 2014 ini setelag data Penjualan Ritel bulan Desember mengalahkan kekecewaan atas data Non-Farm Payrolls yang keluar mengecewakan akhir pekan lalu.
IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed cenderung menguat. Sekitar tujuh provinsi di China menurunkan target pertumbuhan pada tahun ini. Presiden Xi Jinping berupaya untuk memfokuskan perhatiannya ke perlindungan lingkungan dan posisi utang dibandingkan pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Sedangkan dari dalam negeri, cuaca buruk berpotensi membuat inflasi di awal 2014 bakal melejit lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tekanan harga makanan akibat cuaca buruk akan semakin kuat seiring dengan terhambatnya distribusi dan panen.
Akan tetapi, sentimen positif mengenai data penjualan ritel Negeri Paman Sam yang lebih baik dari prediksi serta adanya aksi korporasi berupa merger perusahaan memberikan sinyal adanya kepercayaan atas ekonomi AS. Hal ini diharapkan mendongkrak kinerja IHSG.
Secara Teknikal IHSG Berhasil break out bearish trend jangka menengahnya serta break out resistance fractal dilevel 4327 dan MA50 dilevel 4300, range pergerakan 4324 - 4425 saham yang dapat diperhatikan antara lain ICBP, ASII, BKSL, BORN, GJTL, ROTI, KRAS, EXCL, SIMP.

0 comments:
Post a Comment