Indeks saham di Asia menguat setelah data perdagangan mendongkrak ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi AS serta semakin kecilnya risiko kebangkrutan (sovereign default risk) seiring turunnya imbal hasil (yield) Surat Utang Negara anggota zona Euro ke tingkat terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Data memperlihatkan defisit neraca perdagangan bulan November AS turun ke level terendah dalam 4 tahun, memperkuat pandangan bahwa prospek ekonomi AS akan semakin cerah.

Faktor lain yang mengangkat sentimen pasar adalah kabar bahwa IMF akan merilis laporan dalam 3 minggu mendatang yang di dalamnya terkandung peningkatan (upgrade) proyeksi pertumbuhan ekonomi global, memotong rangkaian panjang downgrade yang selama ini di lakukan oleh IMF.

IHSG keluar dari tekanan jual dan naik 24.8 poin (-0.64%) dan di tutup di level 4200.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 4.5 poin (0.65%) ke level 699. Investor asing menarik IDR107.3 miliar kelaur dari pasara saham domestik.

Indeks saham di Eropa bergerak mixed setelah data Tingkat Pengangguran bulan November zona Euro memperlihatkan sedikit perbaikan pada pasar tenaga kerja. Yang lebih menjanjikan adalah data Penjualan Ritel di zona Euro yang di bulan Nobember tumbuh 1.4%, terbesar dalam 12 tahun. 

Namun investor di Eropa tetap berhati hati, dengan keputusan bank sentral Eropa dan Inggris akan keluar hari pada hari Kamis. Ekspektasi semakin kuat bahwa bank sentral Eropa akan mengumumkan kebijakan  stimulus, menyusul data inflasi bulan Desember zona Euro yang lebih rendah dari ekspektasi. 

Indeks saham utama di Wall Street berakhir mixed, dengan mayoritas turun, setelah naskah pertemuan terakhit FOMC memperlihatkan pejabat Federal Reserve memandang manfaat dari program bulanan pembelian obligasi akan menghilang seiring berjalannya waktu dan data ADP Employment Report yang jekuar lebih baik dari antisipasi pasar. 


IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data IMF dan outlook ADB, pertumbuhan Indonesia menjadi yang tertinggi kedua di forum 20 negara ekonomi terbesar di dunia (G20), yang hanya kalah dengan Tiongkok. Serta, penerbitan SUN global yang sukses meraup dana USD 4 miliar pada Rabu (8/1) kemarin juga merupakan indikator bahwa Indonesia masih menjadi magnet investasi bagi investor asing. Akan tetapi, adanya spekulasi bahwa the Fed akan membuat keputusan untuk memangkas stimulus lanjutan bisa membatasi kenaikan IHSG.

IHSG membentuk pola candle bullish harami dengan volume yang moderate memberikan signal pembalikan arah yang cukup kuat. Indikator Stochastic berindikasi akan terjadi golden-cross di area oversold bila pada perdagangan hari kamis nanti akan melanjutkan penguatannya.  Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4161-4232. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AALI, ANTM, TLKM, JSMR, ADRO, CTRP, BBNI dan LSIP.


0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top