Indeks saham di Asia berakhir mixed setelah data ISM Non-manufacturing Index AS berada di level 53 bulan lalu, terendah dalam 5 bulan dan karena sentimen pasar yang ditekan oleh sikap waspada jelang rilis berbagai data penting minggu ini.
Investor menantikan naskah pertemuan kebijakan terkini Federal Reserve yang akan di rilis hari Rabu, leputusan pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) dan Bank Of England (BOE) yang berlangsung hari Kamis serta rilis data penting Non-farm Payrolls AS pada hari Jumat mendatang.
Data penting lainnya datang dari China, di mana data Neraca Perdagangan akan di rilis hari Rabu diikiti oleh data inflasi pada hari Kamis.
Neraca Perdagangan Australia sedikit membaik di bulan November, tertolong oleh penurunan impor dari bulan sebelumnya. Australia mencatatkan defisit Neraca Perdagangan sebesar A$118 juta, lebih kecil di banding dengan defisit A$358 pada bulan Oktober.
IHSG kehilangan 27 poin (-0.64%) dan di tutup di level 4175.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyerah 5.1 poin (-0.73%) ke level 694.5. Investor asing menarik IDR294.1 miliar kelaur dari pasara saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat setelah data Jumlah Pengangguran Jerman lebih baik dari ekspektasi dan Irlandia sukses kembali masuk ke dalam pasar onligasi internasional.
Jumlah Pengangguran Jerman turun 15,000 menjadi 2.97 juta di bulan Desember. Data Penjualan Ritel Jerman juga keluar lebih baik dari ekspektasi, dengan naik 1.5% di bulan November.
Indeks saham utama di Wall Street naik, tertolong oleh data yang memperlihatkan penurunan defisit neraca perdagangan AS di bulan Noveember dan seiring dengan investor mengambil sikap positid menjelang rilis data Non-farm Payrolls Jumat nanti serta di mulainya musim laporan keuangan (earnings season) yang di mulai minggu ini.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Investor masih cenderung wait and see mengenai keputusan BI rate Kamis, 9 Januari besok. Serta, membaiknya data ekonomi AS yang ditunjukkan dengan rilis data factory order's AS yang naik dari -0,9% menjadi 1,8% berpotensi menyebabkan capital outflow dari negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Namun, sentimen pergantian Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang digantikan oleh Janet Yellen pada Februari mendatang sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dan membuat bursa AS menguat pada penutupan terakhir. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak IHSG.
IHSG pada hari ini membentuk pola Three Black Crows yang mengindikasikan masih akan melanjutkan pelemahannya. range pergerakan IHSG diperkirakan berada pada kisaran 4127 - 4200. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AISA, MTLA, SGRO, MNCN dan INCO.
0 comments:
Post a Comment