Indeks saham di Asia mayoritas mengalami penguatan. Data-data ekonomi AS menunjukkan bahwa negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut bertumbuh lebih cepat dari yang diestimasikan, serta IMF menyatakan optimisme bahwa ekonomi AS akan bertumbuh sebesar 2,6% di tahun 2014.
Saham-saham di China akhirnya menguat untuk pertama kalinya pada Senin ini (23/12). Hal ini merupakan indikator bahwa tingkat kepercayaan investor mulai pulih setelah adanya kecemasan di pasar karena suku bunga pinjaman antarbank minggu lalu mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan dikhawatirkan mempengaruhi sistem keuangan negara.
Pemerintah Jepang menggelontorkan dana sebesar 95,88 triliun Yen atau sebesar USD 921 miliar tahun depan untuk mengusir deflasi yang terjadi di negaranya. PM Jepang Shinzo Abe berjanji akan membukukan surplus pada tahun 2020 mendatang.
IHSG melemah sebesar 5.95 poin (-0.1%) dan ditutup di level 4189 demikian pula dengan indeks LQ-45 turun sebesar 1.15 poin (-0.2%) ke level 697.1. Pelemahan diprediksi karena minggu ini mulai memasuki musim liburan dan juga memanasnya isu tentang penerapan aturan pemerintah tentang pembuatan smelter terhadap perusahaan komoditas indonesia yang akan diterapkan 100% pada 2014 menjadi awan gelap pergerakan IHSG sehingga investor cenderung berhati - hati.
Saham-saham di Eropa berpotensi untuk mencatatkan penguatan di tahun ketiganya, hal ini hampir memulihkan semua kerugian yang terjadi sejak krisis keuangan tahun 2010 silam. Pertumbuhan ekonomi ini menjawab keraguan investor yang pesimis tentang pendapatan. Menurut proyeksi rata-rata 18 analis oleh Bloomberg News, indeks saham di Eropa akan naik sebesar 14% di 2014.
Mayoritas saham di bursa AS ditutup di zona positif pada transaksi tadi malam (23/12). Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,5% menjadi 1.828,09. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5% menjadi 16.295,83. Ekonomi AS tumbuh jauh lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal ketiga. Produk domestik bruto riil berkembang pada tingkat tahunan sebesar 4,1 persen dan pengeluaran konsumsi pribadi riil meningkat dua persen.
IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari AS, di mana IMF menyatakan optimisme dengan menaikkan outlook perekonomian AS akan bertumbuh sebesar 2,6% di tahun 2014. Pernyataan The Fed mengenai kebijakan suku bunga rendah juga bisa menjadi salah satu faktor pendongkrak kenaikan IHSG.
Namun, prediksi BI mengenai penurunan pertumbuhan kredit tahun depan bisa menjadi faktor penghambat kenaikan IHSG. Pertumbuhan kredit tahun 2014 diprediksi hanya akan sebesar 15,3%-16,6%, turun cukup banyak jika dibandingkan dengan proyeksi tahun 2013 sebesar 20,8%.
Secara teknikal IHSG membentuk pola candle bullish homing pigeon dan berhasil tertahan pada support MA7 dilevel 4185. Range pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 4154-4212. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain JSMR, ROTI, SGRO, SCMA, MNCN dan BTPN
0 comments:
Post a Comment