Indeks saham di Asia berakhir mixed karena investor di Asia masih mencerna keputusan the Fed untuk mengurangi program stimulus moneternya. Indeks saham utama di China (Shanghai Composite) ditutup pada level terendah sejak 23 Agustus akibat kekhawatiran mengenai pengetatan likuiditas.

Suku bunga di pasar uang China melompat akhir pekan lalu ke level tertinggi sejak 24 Juni karena bank masih kesulitan mengumpulkan dana di pasar antarbank. Lonjakan suku bunga ini terjadi meskipun setelah People’s Bank Of China mengambil langkah darurat menyuntikkan likuiditas ke beberapa bank terpilih hari Kamis minggu lalu.

Bank Of Japan tidak melakukan perubahan pada kebijakan moneter dan mempertahankan pandangan bahwa ekonomi secara moderat sedang dalam masa pemulihan, terlihat dari semakin banyaknya tanda tanda manfaat dari program stimulus yang masif telah menyebar ke seluruh sektor dalam ekonomi.

IHSG melemah 36.4 poin (-0.86%) dan ditutup di level 4195.6 sementara indeks Blue Chip LQ-45 mundur 7.2 poin (-1.02%) ke level 698.2. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing naik 20.7 poin (0.50%) dan 6.7 poin (0.97%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy sebesar IDR2.9 miliar sehingga memperbesar total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR269 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat dan mencatatkan kinerja mingguan terbaik sejak bulan April setelah data pertumbuhan AS memberi bukti terkini dri pemulihan ekonomi negara itu dan data Tingka Kepercayaan Jerman memberi indikasi dari awal yang bagus memasuki tahun 2014.

Data Gfk Consumer Sentiment Index Jerman naik ke level 7.6 di bulan Januari, tertinggi sejak Agustus 2007,  dari 7.4 di bulan Desember. Ekonomi AS di Kuartal III tumbuh 4.1% (Y/Y), tercepat hampir dalam 2 tahun, naik dari perhitungan awal 3.6% (Y/Y) seiring terjadinya revisi ke atas pada estimasi belanja konsumsi dan investasi bisnis. 

Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan DJIA dan S&P 500 ditutup pada level tertinggi setelah data memperlihatkan di Kuartal III ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari estimasi sehingga menambah optimisme menatap outlook yang lebih cerah. 


IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung  melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif dari AS mengenai rencana pemangkasan stimulus yang akan terus berjalan setelah natal dan tahun baru diperkirakan tetap mempengaruhi market global tidak terkecuali IHSG. Bloomberg melaporkan, The Fed kemungkinan terus mengurangi pembelian obligasi US$ 10 miliar secara bertahap dalam tujuh kali pertemuan, sebelum mengakhiri program tersebut pada Desember 2014. Investor besar juga diprediksi sudah off dari pasar untuk menikmati liburan akhir tahun.

Beberapa agenda penting yang patut diperhatikan, yaitu, pertama, awal pekan ini akan dirilis data Personal Income & Spending serta University of Michigan Confidence. Kemudian, pada Selasa akan ada data Durable Good Orders, penjualan rumah dan Richmond Fed Manufacturing Index. Sedangkan pada Kamis nantinya, akan ada data pengangguran di AS.

Secara teknikal IHSG break out support kuat dilevel 4200. Indikator Stochastic berada diarea 67.95 range osilator dengan pergerakan yang cenderung masih menguat dengan Momentum IHSG yang masih berada pada area moderate osilator pada RSI. IHSG diprediksikan akan bergerak mixed dengan range pergerakan 4181-4224. 

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top