Mayoritas indeks saham di Asia menguat, dengan indeks Nikkei 225 di Jepang bertengger di atas level psikologis 16,000, tertinggi dalam 6 tahun seiring dengan pelemahan nilai tukar JPY yang menarik perhatian investor asing dan seiring dengan PM Shinzo Abe, melalui berbagai wawancara di media, menjawab semua keraguan yang masih ada berkaitan dengan kebijakan stimulus yang dijalankannya.

Naskah dari pertemuan kebijakan Bank Of Japan (BOJ) bulan November lalu memperlihatkan mayoritas pejabat BOJ setuju bahwa pemulihan  ekonomi Jepang berjalan sesuai harapan seiring dengan perbaikan di pasar tenaga kerja yang turut memperbaiki belanja rumah tangga.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite di China turun karena investor bereaksi negatif terhadap kecilnya suntikkna dana dari bank sentral yang minggu lalu digunakan untuk meredam lonjakan suku bunga di pasar antar bank yang telah mengguncang tingkat kepercayaan investor.

Investor juga bereaksi atas berita bahwa pertumbuhan ekonomi China akan mencapai 7.6% tahun ini, menurut sebuah laoran kabinet yang dilansir oleh agen berita resmi Xinhua. Angka ini sedikit di atas target pertumbuhan dari Pemerintah yang sebesar 7.5%.

Pasar saham di Australia, Selandia baru dan Hong Kong masih tutup karena perayaan hari libur nasional Boxing Day.

IHSG naik tipis 13,2 poin (0.32%) dan di tutup di level 4202.8 sementara indeks saham Blu Chip LQ-45 bertambah 4.1 poin (0.59%) ke level 701.2. Investor asing menarik IDR 12.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat tipis setelah sejumlah data ekonomi AS keluar membaik sehingga terus mengerek sentimen, namun perdagangan relatif sepi mendekati libur akhir tahun.

GDP Perancis tumbuh 0.1% di Kuartal III sementara GDP Belanda mencatatkan pertumbuhan 02.%, lebih tinggi dari estimasi 0.1%.

Indeks saham utama di Wall Street menguat, memperpanjang trend kenaikannya setelah data InItial Jobless Claims minggu lalu kembali turun, memberi cahaya terang pada pasar tenaga kerja AS.

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat. Sentimen positif datang dari dalam negeri, sekitar 20 perusahaan industri dari Korea Selatan akan berinvestasi di Indonesia pada 2014. Hal ini akan mengurangi impor Indonesia kedepannya, sehingga dalam jangka panjang defisit neraca perdagangan bisa dikurangi. 

Namun, sentimen negatif datang dari China. Pemerintah China menargetkan pertumbuhan yang lebih rendah pada 2014, yakni 7,5%, lebih rendah daripada estimasi 2013 yang berada di angka 7,6%. Sedangkan median proyeksi para analis yang disurvei Bloomberg News bulan ini menyimpulkan sebesar 7,4% atau terendah dalam 24 tahun terakhir.

Secara teknikal IHSG kembali terlihat memantul pada support MA7 dan Support kuat di level 4200. diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan range 4174-4215 saham yang dapat diperhatikan MNCN, ANTM, ASII, HEXA dan AALI.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top