Mayoritas indeks saham di Asia menguat setelah Federal Reserve mengumumkan pemangkasan stimulus moneter dan berjanji mempertahankan suku bunga di tingkat super rendah. Namunm indeks saham di China melemah karena ketakutan atas pengetatan likuiditas.

Dalam salah satu pertemuan bank sentral yang paling ditunggu tahun ini, the Fed mengumumkan akan mengurangi program agresif pembelian obligasi menjadi USD75 miliar setiap bulan di bulan Januari. Akan tetapi, poin paling penting bagi investor adalah pernyataan the Fed bahwa suku bunga akan dipertahankan hampir nol jauh sesudah Tingkat Pengangguran turun di bawah 6.5%.

Bank Of Japan (BOJ) menjadi fokus perhatian seiring di mulainya pertemuan kebijakan pada Kamis sore. Pengamat tidak berharap adanya perubahan namun menjelang pidatonya yang dijadwakjan Kamis malam, PM Shinzo Abe dikabarkan mungkin akan mengumumkan detil dari agenda penting reformasi struktural khususnya di bidang ekonomi.

IHSG menguat 35.7 poin (0.85%) dan ditutup di level 4232 dengan Market Breadth yang sedikit positif karena jumlah saham naik mengalahkan jumlah saham turun dengan marjin yang tipis. Indeks Blue Chip LQ-45 maju 8.4 poin (1.21%) ke level 705.4. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR345.9 miliar.

Indeks saham di Eropa naik tajam karena pasar menginterpretasikan keputusan Federal Reserve untuk mengurangi stimulus sebagai tanda keyakinan pada kekuatan dari ekonomi AS.

Para pemimpin Eropa semakin dekat mencapai kesekapakatan tentang penyatuan perbankan (Banking Union) yang akan merubah bentuk sistem perbankan dan mekanisme menghadapi penutupan bank gagal. {ara pemimpin Eropa melakukan pertemuan pada hari Kamis dan Jumat dan ingin segera menandatangai kesepakatan sehingg Banking Union dapat diimplementasikan mulai tahun 2015.

Pulih dari penurunan yang di derita pada sesi awal perdagangan, indeks saham utama di Wall Street berakhir hampir tidak berubah, dengan DJIA ditutup pada rekor tertinggi karena investor mengabaikan data pasar perumahan, tenaga kerja dan manufaktur yang semuanya mengecewakan.

IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari dalam negeri, Menteri Keuangan Chatib Basri berpendapat bahwa gejolak pasar keuangan Indonesia tidak terlalu besar dan market sudah price in dengan kebijakan The Fed. Hal ini terbukti dari penguatan IHSG sebesar 0,85% pada perdagangan Kamis kemarin (19/12).

Namun, sentimen negatif datang karena pelemahan Rupiah yang terus berlanjut. Rupiah pada perdagangan kemarin (19/12) hingga saat ini masih bergerak di kisaran Rp 12.200/USD. Hal ini bisa berdampak negatif bagi APBN tahun 2014, serta membawa masalah CAD kembali menjadi masalah utama pemerintah Indonesia.

Secara teknikal IHSG berhasil goldencross dengan MA7. Indikator Stochastic memberikan signal bullish yang cukup kuat berada diarea moderate osilator. range pergerakan IHSG diprediksikan pada kisaran 4209-4281 saham - saham yang dapat diperhatikan CTRP, UNTR, BORN, AALI, ASII, KLBF dan TLKM.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top