Bergabung dengan rally global, indeks saham di Asia menguat setelah lonjakan pada data Industrial Production AS dan juga data Flash Manufacturing PMI zona Euro mengalahkan kekhawatiran atas kemungkinan pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.
Dalam laporan ekonomi dan fiskal pertengahan tahunnya, Pemerintah Australia, dibawah pimpinan PM Tony Abbott, mengatakan defisit anggaran dapat membengkak menjadi AUD47 miliar (USD42 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir Juni 2014.
Pendapatan Domestik Bruto (PDB) untuk tahun fiskal berjalan sebesar 2.5%, tidak berubah dari prediksi Kementerian Keuangan sebelum Pemilu bulan September lalu, namun sangat jauh dari pertumbuhan kuartalan yang sempat mencapai 4% tahun lalu.
Pertumbuhan yang melambat, inflasi yang terkendali dan bertambahnya pengangguran memicu Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga acuan hingga 2.5% tahun ini. Dalam naskah pertemuannya, dirilis Selasa pagi, RBA secara jelas menegaskan tidak mengesampingkan pemangkasan bunga lebih lanjut jika di perlukan.
IHSG rally 56.4 poin (1.37%) dan ditutup di level 4182.3 semantara indeks Blue Chip LQ-45 melonjak 12.7 poin (1.86%) ke level 693.6. Investor asing menarik IDR129.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menderita penurunan secara umum karena investor masih bersikap hati-hati menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Sentimen tidak kunjung pulih meski setelah data ZEW Economic Sentiment Index Jerman naik ke level 62 di bulan Desember, tertinggi sejak April 2006 dan jauh di atas estimasi 55.
Indeks saham utama di Wall Street turun tipis dengan investor enggan mengambil keputusan penting sehari menjelang keluarnya keputusan apakah Federal Reserve akan mulai membatasi program bulanan pembelian aset di tahun 2013.
IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak mixed. Investor masih memfokuskan perhatian terhadap kebijakan The Fed mengenai tapering yang akan diumumkan hari ini. Namun, BI meyakini bahwa tapering akan dilaksanakan di kuartal I tahun 2014. BI dan pemerintah juga mengklaim telah siap jika tapering dilakukan. Kesiapain ini mulai dari memperbesar nilai Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Bank of Japan, BSA dengan China dan Korea Selatan. Pemerintah pun sudah memiliki fasilitas utang siaga senilai USD 5,5 milliar.
Berita negatif datang dari IMF yang memprediksi masih kuatnya tekanan CAD Indonesia tahun depan. Hal ini bisa menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2014 di kisaran 5% - 5,5%.
Secara teknikal IHSG break out resistance dan kembali kepada support fractalnya pada level 4161. namun MA7 IHSG masih menjadi resistancenya setelah hari ini gagal goldencross dengan MA7. range pergerakan IHSG berada pada support resistance 4161 - 4203. saham-saham yang dapat diperhatikan ASRI, BBNI, BMRI, BDMN, BSDE, CPIN, INTP, RALS, SMGR.

0 comments:
Post a Comment