Mayoritas indeks saham di Asia melemah dengan investor hanya dalam beberapa hari saja akan segera mengetahui nasib dari stimulus moneter AS yang hingga kini masih sulit ditebak.
Aktifitas manufaktur China di bulan Desember turun ke level terendah dalam tiga bulan, menimbulkan pertanyaan mengenai proyeksi jalur pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Data HSBC Flash Purchasing Managers’ Index (PMI) turun ke level 50.5 dari level 50.8 di bulan November. Sub-indeks yang mengukur pesanan baru (New Orders) dan pesanan baru untuk ekspor (New Export Orders) tumbuh lebih cepat sementara sub-indeks mengenai tenaga kerja dan pembelian persediaan turun dengan laju yang lebih cepat.
Tingkat Kepercayaan pelaku usaha (Business Confidence) di Jepang pada Kuartal IV naik ke level tertinggi dalam 6 tahun, indikasi manfaat dari kebijakan stimulus ”Abenomics” PM Shinzo Abe semakin dirasakan oleh ekonomi secaea umum.
Indeks utama yang mengukur tingkat kepercayaan perusahaan manufaktur raksasa naik menjadi +16 di Kuartal IV dari +12 di Kuartal III dan sedikit di atas prediksi +15.
IHSG runtuh 48.9 poin (-1.17%) dan ditutup di level 4126 semantara indeks Blue Chip LQ-45 anjlok 10.5 poin (-1.52%) ke level 681. Investor asing menarik IDR232.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menghentikan penurunan 4 hari beruntun dengan rally setelah data memperlihatkan pertumbuhan sektor manufaktur di zona Euro berada pada level tertinggi dalam 31 bulan. Di tingkat negara, data manufacturing PMI Perancis turun ke level terendah dalam 7 bulan sementara di Jerman naik ke level tertinggi dalam 30 bulan.
Indeks saham utama di Wall Street naik tajam setelah sejumlah riolis data ekonomi memberi indikasi perbaikan aktifitas usaha yang solid.
Data Empire State Manufacturing Index rebound di bulan Desember setelah anjlok di bulan November. Data Markit’s US Manufacturing PMI terus ekspansi dan berada di level 54.4. Data Industrial Production lompat 1.1% di bulan November, pertumbuhan bulanan terbesar dan melampaui titik puncaknya sebelum resesi.
IHSG diprediksi masih bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pertemuan The Fed mulai Selasa (17/12) hingga esok mengenai keputusan pemangkasan stimulus masih menjadi fokus utama investor. Jika tapering dilaksanakan pada bulan ini, kemungkinan market global akan mengalami penurunan yang cukup dalam. Namun, jika diundur hingga awal tahun 2014, maka market global termasuk IHSG bisa menguat.
Berita positif datang dari Jepang. PM Shinzo Abe berambisi menggairahkan ekonomi dengan cara menyuntikkan dana sebesar 96 trilliun yen atau USD 931 milliar. Akibat dari kebijakan ini juga menyebabkan kepercayaan bisnis Jepang naik menjadi tertinggi sejak 2007.
Secara teknikal IHSG Open gap down dan break out support level 4161 sehingga berpotensi menutup gap yang ter bentuk pada awal bulan september pada level 4106-4083, Diprediksikan IHSG akan kembali melemah dengan range pergerakan 4103-4155. saham - saham yang dapat diperhatikan ASII, BMRI, BORN, dan MNCN.

0 comments:
Post a Comment