Indeks saham di Asia memperpanjang penguatan menjadi 2 hari beruntun, dipimpin oleh indeks saham di Jepang yang naik karena pasar mengharapkan PM Shinzo Abe akan mengumumkan detil dari agenda penting reformasi.

Reserve Bank Of India mempertahankan suku bunga di tingkat 7.75%, melawan ekspektasi kenaikan dan memicu spekulasisiklus kenaikan suku bunga oleh RBI sudah berakhir.

Pengamat memperkirakan RBI menaikkan suku bunga 25 bos setelah inflasi bulan November naik menjadi 7.5%, memicu ketakutan terjadinya stagflasi. Namun langkah ini juga bisa diartikan RBI tetap fokus pada pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga pinjaman antar bank di China melompat karena kekhawatiran atas potensi keringnya likuiditas. Tingkat bunga Repo 7 hari mencapai 6.11%, naik dari 4.78% pada hari Selasa. People’s Bank Of China sejak 5 Desember menolak menyuntikkan dana ke dalam sistem perbankan

IHSG menguat 13.9 poin (0.33%) dan ditutup di level 4196.3 dengan Market Breadth yang netral karena jumlah saham naik hampir menyamai jumlah saham turun. Indeks Blue Chip LQ-45 maju 3.4 poin (0.48%) ke level 697. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR280.4 miliar.

Indeks saham di Eropa rebound, terdongkrak oleh data Ifo Business Confidence Index Jerman, Tingkat Pengangguran Inggris dan data pasar perumahan AS yang keluar lebih baik dari estimasi, sementara investor masih menunggu apakah Federal Reserve akan menunda tapering hiingga tahun depan.

Indeks saham utama di Wall Street ditutup pada rekor tertinggi karena pasar menginterpretasikan keputusan Federal Reserve untuk mulai mengurangi pembelian obligasi mulai bulan Januari seiring dengan semakin kuatnya pemulihan ekonomi AS dan investor juga menyambut komitmen Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang super rendah untuk waktu yang lebih panjang.

IHSG hari ini diprediksi mengalami penguatan. The Fed akhirnya memberikan keputusan untuk memangkas nilai stimulus (tapering off) dari sebelumnya US$ 85 miliar menjadi US$ 75 miliar per bulan. Hal ini menjadi indikator bahwa perekonomian AS mulai pulih dari resesi terburuk sejak 1930 silam. Serta, The Fed menegaskan akan menahan suku bunga acuannya di level mendekati nol meskipun angka pengangguran di bawah 6,5%. Investor juga mulai menerima dan mempu menyesuaikan situasi yang ada dan market menyambut positif keputusan The Fed tersebut. Tercermin dari indeks DJIA naik cukup signifikan sebesar 1,81% di level 16.167,97 demikian pula dengan S&P500 naik 1,64% di level 1.810,65.

Secara teknikal IHSG break out bearish trendline jangka menengahnya dan mencoba golden-cross dengan MA7 diarea level pisikologis pasar dilevel 4200. Range pergerakan IHSG diprediksikan pada kisaran 4172-4236 saham-saham yang dapat diperhatikan SGRO, INTP, EXCL, ANTM, PTBA, SIMP dan AALI. 

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top