Mayoritas indeks saham di Asia bergerak terbatas akhir pekan lalu karena investor mengkhawatirkan keberlangsungan stimulus moneter di AS, namun indeks saham di Jepang melonjak seiring dengan pelemahan nilai tukar JPY yang mencapai level terendah dalam 5 tahun terhadap USD.

Berita bahwa kabinet Jepang menyetujui paket stimulus baru senilai USD53 miliar, yang bertujuan memperhalus dampak dari kenaikan pajak penjualan April tahun depan, juga turut menopang sentimen.

Investor semakin khawatir setelah data penjualan ritel AS keluar lebih baik dari estimasi sehingga memperkuat spekulasi Federal Reserve kemungkinan akan mulai memangkas program pembelian aset paling cepat minggu ini.

Secara umum, investor mengabaikan berita House Of Representatives AS meloloskan secara bipartisan kesepakatan belanja untuk 2 tahun ke depan, indikasi bahwa para politisi meninggalkan era poliyik konfrontatif. Kesepakatan ini sekarang akan diajukan ke Senat minggu ini.

IHSG jatuh 37.4 poin (-0.89%) dan ditutup di level 4174.8 semantara indeks Blue Chip LQ-45 tersandung 8.7 poin (-1.25%) ke level 691.5. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 tidak banyak berubah, masing masing hanya turun tipis 6 poin (0.14%) dan naik 0.5 poin (0.07%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR341.2 miliar keluar dari pasar saham domestik dan memperbesar total Net Sell Asing minggu lalu menjadi IDR413 miliar.

12 dari 18 indeks saham di Eropa Barat turun setelah data pasar tenaga kerja AS yang solid dan kesepakatan anggaran di Washington membangkitkan spekulasi Federal Reserve dapat mengurangi program pembelian aset paling cepat minggu ini.

Indeks saham utama di Wall Street melakukan rebound namun masih mencatatkan penurunan secara mingguan karena investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini yang dapat memulai pembatasan program stimulus yang selama ini menjadi faktor utama pendorong kenaikan psar saham.

IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak mixed cenderung melemah. Isu pengurangan stimulus (tapering) The Fed yang akan diumumkan pada pekan ini masih menjadi salah satu faktor utama melemahnya market global termasuk IHSG. Bursa Asia juga masih memberikan sinyal merah di awal pekan ini (16/12). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 137,84. Sepanjang pekan lalu, indeks acuan di kawasan regional itu sudah terpuruk 1,1%. 

Secara teknikal IHSG break out support kuatnya kembali di level 4200. signal pelemahan dikonfirmasikan oleh Stochastic dimana Crosingnya %D dan %K di area moderate isolator menjadi signal bearish. Diprediksikan range pergerakan IHSG berada pada level 4164-4205.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top