Indeks saham di Asia turun seiring meningkatnya ekspektasi Federal Reserve akan bertindak lebih cepat dari perkiraan setelah kesepakatan sementara soal anggaran berhasil meredakan sejumlah ketakutan atas rintangan fiskal bagi ekonomi AS.

Menurut penilaian Bank Pembangunan Asia (ADB), pertumbuhan ekonomi di 5 negara Asia Tenggara (ASEAN–5) diprediksi akan melambat tahun ini dan di 2014 akibat, salah satunya, oleh bencana alam yang menimpa Filipina.
Sub-regional Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh 4.8% tahun ini dan 5.2% tahun depan. Kedua proyeksi ini adalah revisi ke bawah 0.1% dari proyeksi bulan Oktober.

Dunia usaha Australia menambah lapangan kerja di bulan November, menambah banyak bukti bahwa siklus penurunan suku bunga selama 2 tahun ini berhasil meningkatkan permintaan. Jumlah orang yang bekerja naik 21,000 jiwa namun Tingkat Pengangguran justru naik, dari 5.7% menjadi 5.8%.

Bank Of Korea (BOK) mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2.5%, dengan laju inflasi yang terendah dalam hampir 14 tahun memberi BOK ruang untuk mendukung rebound ekonomi Korea Selatan  seiring dengan pelemahan nilai tukar JPY yang menngancam kinerja ekspor negara itu.

IHSG anjlok 59.5 poin (-1.39%) dan ditutup di level 4212.2 semantara indeks Blue Chip LQ-45 terpuruk 13.8 poin (-1.93%) ke level 700.2. Investor asing menarik IDR390.5 miliar kleuar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa mencatatkan penurunan tajam karena data Initial Jobless Claims yang lebih tinggi dari ekspektasi gagal menekan ketakutan Federal Reserve dapat mulai menarik stimulus minggu depan. Data ekonomi memperlihatkan Industrial Production di zona Euro turun 1.1% di bulan Oktober, lebih rendah dari estimasi pasar.

Indeks saham utama di Wall Street berakhir turun, memperpanjang penurunan menjadi 3 hari beruntun, karena investor mempertimbangkan kapan pengurangan stimulus moneter akan dilakukan oleh Federal Reserve.

Berita positif dari dalam negeri, keputusan BI untuk menahan BI rate di 7,5% kemarin diprediksi membawa dampak positif bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Alasan BI mempertahankan BI rate karena, pertama, BI melihat adanya tren penurunan inflasi. Kedua, BI ingin tetap mengendalikan defisit transaksi berjalan/current account defisit (CAD). Namun, jika level BI rate ini tetap dipertahankan bisa berdampak cukup buruk bagi ekonomi, karena suku bunga tinggi bisa memberatkan masyarakat yang punya kredit ke bank, serta perusahaan akan menunda ekspansi usaha. Dari luar negeri, para ekonom Goldman Sachs, Deutsche Bank dan Morgan Stanley memprediksi bahwa ekonomi AS tahun 2014 semakin membaik dan berdampak positif bagi pertumbuhan global.

Di lain sisi, sentimen negatif masih datang karena isu pemangkasan stimulus di AS yang diprediksi dipercepat pelaksanaannya. Hal ini terjadi karena seiring dengan membaiknya data ekonomi AS.

Secara teknikal hari ini IHSG kembali pada minor bearish trend (False Break) dan Dead-cross MA7. IHSG diprediksikan masih akan bergerak melemah dengan range pergerakan 4164-4236. saham yang dapat diperhatikan ACES, AKRA, ASRI, BKSL, SMRA, TLKM, CTRA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top