Indeks saham di Asia turun seiring meningkatnya letegangan mejelang rilis data Non-farm payrolls yang akan menentukan kapan stimulus di AS akan mulai ditarik.
Indeks saham di Jepang memimpin penurunan minggu ini. Indeks Nikkei 225 turun 3.3% secara mingguan seiring terjadinya koreksi setelah indeks Nikkei 225 rally 9.3% di bulan November.
Indeks saham utama di Australia, S&P ASX 200 turun ke level terendahnya dalam hampir 2 bulan dan berakhir melemah 2.5% minggu lalu, terbesar dalam 6 bulan terakhir.
Indeks saham di Hong Kong dan Shanghai turn menjelang rilis data ekonomi China. Data Neraca Perdagangan akan di rilis hari Minggu sementara data inflasi akan di rilis hari Senin.
Imbal hasil (yield) dari Surat Utang Pemerintah dari Jepang hingga Australia naik mencapai level tertinggi dipicu ketakutan Federal Reserve dapat memutuskan untuk mulai mengurangi program pembelian obligasi senilai $85 miliar per bulan pada pertemuan kebijakan 17-18 Desember.
IHSG merosot sebesar 36.1 poin (-0,86%) dan ditutup di level 4180.8, terendah sejak 9 September. Sementara itu, indeks LQ45 menyerah 7.9 poin (-1.13%) ke level 691. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing anjlok 75.6 poin (-1.78%) dan 13.9 poin (-1.97%).
Setelah 5 hari berada dalam zona merah, indeks saham di Eropa menguat terkerek oleh data yang memperlihatkan pasar tenaga kerja AS lebih sehat dari yang dibayangkan.
Dengan data non-farm payrolls bertambah 203,000 di bulan November dan Tingkat Pengangguran turun menjadi 7% maka semakin kencang spekulasi Federal Reserve akan menarik stimulus,
Indeks saham utama di Wall Street rally setelah data pasar tenaga kerja keluar lebih baik dari ekspektasi dam data Consumer Confidence mencapai level tertinggi dalam 4 bulan, dengan S&P 500 dan DJIA memutuskan penurunan 5 hari beruntun, namin masih mencaatatkan penurunan secara mingguan.
IHSG masih berpotensi mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Penyebabnya, sinyal The Fed untuk memangkas stimulus semakin menguat seiring data tingkat pengangguran di AS pada bulan November 2013 turun sebesar 7%, atau posisi terendah sejak 2008. Data lain yang mendukung tapering off yaitu indeks sentimen konsumer Thomson Reuters/University of Michigan naik menjadi 82,5, level tertinggi dalam lima bulan. Dari dalam negeri, pelemahan Rupiah yang menyebabkan capital outflow juga menjadi faktor melemahnya IHSG.
Secara teknikal IHSG melemah hingga tembus support fractal pada level 4200 dengan Stochastic yang bergerak bearish, Meskipun Momentum secara Indikator CCI dan William%R IHSG masih berada pada Area Oversold. Range Pergerakan IHSG diprediksikan bergerak pada kisaran 4141 - 4200. saham yang dapat diperhatikan IMAS, BKSL, AALI, ASII dan AKRA.
0 comments:
Post a Comment