Mayoritas indeks saham di Asia menguat, didorong oleh data ekonomi China yang lebih baik dari ekspektasi, pelemahan nilai tukar JPY dan kenaikan tajam indeks saham di AS akhir minggu lalu.
Membantu sentimen di Asia, adalah data perdagangan China yang memberi ruang bagi bank sentral membiarkan nilai tukar Yuan menguat ke level tertinggi dalam sejarah. Ekspor China tumbuh 12.7% (Y/Y), jauh di aras estimasi sementara impor tumbuh 5.3% (Y/Y).
Inflasi tahunan China secara mengejutkan melambat menjadi 3% di bulan November dari level tertinggi dalam 8 bulan, 3.2%, sehingga meredakan ketakutan pasar akan pengetatan kebijakan yang tiba tiba seiring berlangsungnya peertemuan para pemimpin China minggu ini untuk menjabarkan prioritas reformasi tahun 2014.
Dari bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) turun 0.1%, penurunan pertama dalam 6 bulan dan sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar.
IHSG melakukan technical rebound dengan naik 33.6 poin (0.80%) dan ditutup di level 4214.3 semantara indeks Blue Chip LQ-45 bertambah 8.8 poin (1.27%) ke level 699.8. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR92.9 miliar.
Indeks saham di Eropa secara umum menguat karena investor mencerna data ekspor China yang membaik dan penurunan tak terduga 1.2% pada data Industrial Production bulan Oktober Jerman, menandakan awal yang kurang baik bagi sektor industri Jerman memasuki Kuartal IV.
Selain itu, data surplus neraca perdagangan bulan Oktober Jerman menipis dan lebih rendah dari ekspektasi seiring impor yang tumbuh lebih tajam dari ekspor yang sebenarnya tumbuh lumayan besar.
Indeks saham utama di Wall Street menguat dengan S&P 500 ditutup pada level tertinggi karena investor mengikuti perkembangan negosiasi anggaran di Capitol Hill dan investor tampak tidak tergoyahkan oleh komen dari 3 pejabat tinggi Federal Reserve yang memberi indikasi pengutangan stimulus dapat di mulai minggu depan.
IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari dalam negeri di mana pemerintah berencana untuk memberlakukan paket kebijakan ekonomi pada awal 2014 yang bertujuan untuk mendongkrak ekspor dan menurunkan impor. Dengan adanya paket ini, diharapkan neraca perdagangan Indonesia dapat mencatatkan surplus tahun depan. Dari Amerika, isu pemangkasan stimulus masih membayangi kondisi pasar, namun indeks Dow Jones ditutup menguat tipis +0,03% menjadi 16.025,03 demikian pula dengan S&P500 naik +0,18% menjadi 1.808,37.
Secara teknikal IHSG berhasil kembali pada support fractalnya dilevel 4200. Indikator Stochastic bergerak menuju oversold dan berpotensi goldencross bila IHSG pada perdagangan bsk kembali menguat. diprediksikan IHSG akan kembali menguat dengan range pergerakan 4192-4246 saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain GJTL, JPFA, BMRI, INTP, SMCB, EXCL dan INDF.
0 comments:
Post a Comment