Indeks saham di Asia mengalami pelemahan, terutama Indeks NIKKEI yang melemah -1,50% atau menurun -230,45 poin ke level 15.117,50. Penguatan yen Jepang menjadi salah satu penyebab melemahnya indeks saham di Asia. Faktor lain yaitu semakin membaiknya data pengangguran di AS yang mana bisa memperkuat dugaan bahwa The Fed akan mengurangi paket stimulusnya.
Ekonomi Australia mengalami pelambatan yang disebabkan karena data pertambangan yang menurun. Hal ini melanjutkan tren Australian Dollar terdepresiasi terhadap New Zealand’s kiwi Dollar yang terjadi sepanjang tahun ini.
Dari China, pemerintah China melarang institusi keuangan untuk melakukan transaksi Bitcoin. Kenaikan tajam sebesar 89 kali lipat dari nilainya memicu investor dalam negeri untuk berspekulasi. Bitcoin adalah mata uang virtual yang terdapat di dunia maya dan tidak ada nilai intrinsiknya.
IHSG merosot sebesar -24,41 poin atau -0,58% ke level 4.216,89, demikian pula dengan indeks LQ45 turun sebesar -4,83 poin atau -0,69% ke level 698,95. Asing membukukan net sell sebesar Rp 546,52 milliar.
Indeks saham di Eropa melemah karena investir semakin khawatir mengenai risiko deflasi di zona Euro dan seiring keluarnya sejumlah data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. Sehingga memperbesar kemungkinan Federal Reserve akan mengurangi stimulus lebih cepat dari yang diharapkan.
Bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 0.25%, seperti yang diprediksi, setelah mengejutkan pasar dengan pemangkasan suku bunga bulan lalu.
Indeks saham utama di Wall Street turun, dengan FJIA dan S&P 500 mencatatkan pelemahan selama 5 hari beruntun, setelah data menunjukkan bahwa wkonomi AS tumbuh dengan lebih cepat daro perliraan, sehiingga memperkuat spekulasi Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus dengan lebih cepat. GDP AS tumbuh 3.6% di Kuartal III, lebih tinggi dari perhitungan awal yang hanya sebesar 2.8%.
Sentimen negatif masih membayangi kondisi pasar. IHSG diprediksi mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Kondisi ekonomi negara maju yang mulai pulih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan capital outflow dari Indonesia. Data dari Amerika Serikat seperti GDP yang naik sebesar 3,6% jika disetahunkan dari data kuartal-III, melebihi estimasi sebelumnya di 2,8% yang juga merupakan kenaikan terbesdar sejak kuartal-I 2012. Klaim menurunnya angka pengangguran hingga akhir Nov. 30 kemarin juga merupakan indikator semakin membaiknya kondisi ekonomi negeri Paman Sam tersebut. Indeks DJIA ditutup melemah -0,43% atau sebesar -68,26 poin ke level 15.821,5 demikian pula S&P500 juga ditutup melemah -0,43% atau -7,78 poin ke level 1.785,03.
Secara Teknikal IHSG berhasil menutup Gap yang terbentuk pada perdagangan bulan september dan berhasil kembali menguat hingga berhasil bertahan pada support kuatnya di level 4200. Diprediksikan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat secara teknikal dengan support ressistance 4187-4244. saham yang dapat diperhatikan UNTR, SMCB, HRUM, ANTM, ADRO, EXCL, INCO, SGRO, LSIP.
0 comments:
Post a Comment