Indeks saham di Asia melemah pada hari perdagangan yang sepi akibat aksi ambil untung (profit taking) dan memanasnya suhu politik di Asia.

Contoh terkini dari meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan adalah Pentagn memberi konfirmasi bahwa pesawat pesawat tempur AS telah terbang di atas pulau yang disengketakan antara China dan Jepang tanpa memberi informasi pada Beijing. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah Tokyo dan Washington mengkritik China karena menciptakan zona pertahanan udara di atas teritori yang masih dalam sengketa.

Sementara itu, Bangkok menghadapi hari ke 4 protes anti Pemerintah setelah demonstran mengelilingi gedung gedung Pemerintah, meminta pengunduran diri PM Yingluck Shinawatra.

Aksi protes ini terjadi bersamaan dengan pertemuan kebijakan Bank Of Thailand yang mengejutkan pasar dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2.25% sebagai usaha untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

IHSG mencatatkan kenaikan yang lumayan besar, 16.2 poin (0.38%) dan di tutup di level 4251.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.3 poin (0.61%) ke level 704.5. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR145.1 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat, dengan index DAX di Frankfurt ditutup pada level tertinggi dalam sejarah setelah data Tingkat Kepercayaan Konsumen di Jerman dan beberapa data ekonomi AS keluar melebihi ekspektasi.

Data Gfk Consumer Sentimen Index bulan Desember naik ke level 7.4, tertinggi sejak Agustus 2007, dari level 7.1 di bulan November, di dorong oleh perbaikan pada pasar tenaga kerja dan ekspektasi pendapatan.

Indeks saham utama di Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 dan DJIA mencatatkan pevel pentupan tertinggi di dukung oleh berbagai data ekonomi yang keluar lebih baik dari estimasi. Data Chicago PMI bulan November berada di level 63, turun dari bulan Oktober tapi masih lebih baik dari ekspektasi. Data Consumer Sentimen Index naik ke level 75.1 sementara Initial Jobless Claims minggu lalu turun dan Durable Goods Orders turun 2% di bulan Oktober.



IHSG diprediksi bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari AS, di mana klaim pengangguran secara tak terduga turun dan indeks kepercayaan konsumen naik mengalahkan ekspektasi. Akan tetapi, sentimen negatif datang dari dalam negeri. Rupiah terus mengalami pelemahan hingga menembus level 11.800. Ini akan memberatkan pemerintah dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Secara teknikal IHSG membentuk pola Bullishhoming pigeon dengan potensi reversal, Indikator Stochastic ada indikasi akan terjadinya goldencross diarea jenuh jual. range pergerakan IHSG diprediksikan berada pada kisaran 4165-4259 dengan saham yangdapat diperhatikan ASRI, TLKM, SMRA dan GGRM

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top