Indeks saham di Asia turun, sementara harga minyak mentah dunia mulai stabil setelah pada sesi perdagangan sebelumnya jatuh karena pelaku pasar mempertanyakan seberapa cepat kesepakatan atas nuklir Iran dapat menambah persediaan minyak dunia.
Transkrip pertemuan kebijakan Bank Of Japan (BOJ) 31 Oktober lalu memeperlihatkan 3 dari 9 anggota Dewan Gubernur meyakini pertumbuhan ekonomi dan inflasi berisiko turun, sehingga mempertebal pesimisme di kalangan internal BOJ atas pencapaian target inflasi.
BIJ merilis proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi masing masing setiap bulan April dan Oktober setiap tahun dan melakukan review Kuartalan setiap Januari dan Juli.
Bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) memadamkan spekulasi bahwa RBA hampir saja melakukan intervensu di pasar valuta asing untuk menolong eksporter yang kesulitan bersaing secara global. Phillip Lowe, Deputi Gubernur RBA mengatakan RBA tidak mengabaikan atau mempertimbangkan intervensi, namun batasan nilai tukar yang dapat memicu intervensi masih cukup jauh.
IHSG jatuh 99.5 poin (-2.30%) dan di tutup di level 4235.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 23.4 poin (-3.23%) ke level 700.2. Investor asing menarik IDR54.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa turun setelah data ekonomi AS memberi gambar pemulihan yang mixed pada ekonomi terbesar di dunia. Index
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) atau Consumer Confidence Index (CCI) AS turun selama 3 bulan beruntun, dengan berada di level 70.4 pada bulan November, lebih rendah dari level 71.2 di bulan Oktober seiring semakin banyaknya anggota publik AS yang agak khawatir mengenai prospek karir dan pendapatan.
Indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan DJIA kembali mencatatkan rekor penutupan setelah data pasar perumahan AS yang keluar lebih baik dari ekspektasi dan memicu rally saham saham di sektor real estate.
Sentimen negatif masih membayangi IHSG pada perdagangan hari ini. Saham-saham di Asia berguguran, dipengaruhi oleh penurunan saham-saham di Jepang, serta yen mengalami pembalikan arah menguat terhadap USD.
Menurut survei terbaru dari Bloomberg, klaim pengangguran di AS pekan lalu ada kemungkinan meningkat, setelah data yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa harga rumah melonjak tajam sejak 2006 sementara kepercayaan konsumer secara tak terduga juga mengalami penurunan.
Secara teknikal IHSG menembus Sell fractal dilevel 4300 yang mengindikasikan akan kembali terjadi pelemahan meskipun hari ini IHSG telah mencapai target flag pole nya dan belum ada signal positif yang mampu membuat IHSG reversal. range pergerakan IHSG diperkirakan berada para support resistance 4205-4300. Saham yang dapat diperhatikan WSKT, BMTR, INTP, JSMR, MTLA dan MYOR.
0 comments:
Post a Comment