Mayoritas indeks saham di Asia menguat akhir pekan lalu setelah berita politik dan data ekonomi AS yang keluar positif berhasil menopang sentimen pasar sehingga memicu rally yang cukup kuat.
Komite perbankan Senat meyetujui nominasi janet Yellen sebagai Ketua Federal Reserve tahun depan, sebuah langkah yang dianggap memberi dampak positif pada pasar saham karena Janet Yellen diyakini akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar. Selai itu data Initial Jobless Claims Asjuga memberi dorongan pada sentimen pasar.
IHSG melemah 8.2 poin (-0.19%) dan di tutup di level 4318 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 1.1 poin (-0.16%) ke level 720.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing turun 16.5 poin (-0.38%) dan 1.2 poin (-0.16%). Investor asing Jumat lalu mencatatkan Net Buy IDR61.2 sehingga memangkas total Net Sell Asinng minggu lalu menjadi IDR242 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor menyambut baik data Business Confidence Jerman, meskipun ketakutan mengenai laju inflasi yang rendah di zona Euro menodai rasa optimisme pelaku pasar.
Tingkat kepercayaan pelaku usaha di Jerman melonjak seiring membaiknya ekspektasi pendapatan di semua sektor, tanda pertumbuhan ekonomi yang solid di masa depan. Data Ifo Business Confidence Index naik 1.9 poin ke level 109,3 di bulan November, leboh dari cukup ubtuk menutupi penurunan tak terduga pada bulan Oktober.
Pakar ekonomi senior bank sentral Eropa (ECB) mengatakan zona Euro menghadapi tekanan deflasi dan presiden ECB menekankan bahwa skuk bunga jarus tetap rendah karena kondisi ekonomi yang masih lemah.
Indeks saham utama di Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 tutup di atas level 1,600 untuk pertama kali karena sentimrn positif dari sejumlah data ekonomi (Initial Jobless Claims, Retail Sales dan Consumer Price Index) yang dirilis pekan lalu berhasil mengimbangi kekhawatiran mengenai penarikan stimulus oleh Federal Reserve paling awal Desember nanti.
IHSG diprediksi bergerak mixed karena investor optimis dengan data ekonomi AS yang mengalami
pertumbuhan. Namun, ketidakpastian masihmembayangi kondisi ekonomi global. Bank sentral AS berencana memberikan paket stimulus baru, yaitu membeli surat utang jangka pendek. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan suku bunga pasar antarbank.
Melalui kebijakan ini, The Fed berharap suku bunga rendah di AS masih bisa dipertahankan, meski paket stimulus jumbo telah dicabut. Suku bunga yang rendah diharapkan bisa menjadi magnet bagi investor untukmenanamkan modalnya di AS dan mempercepat pemulihan ekonomi AS.
Secara Teknikal IHSG diprediksikan mixed dengan kecenderungan melemah setelah mengkonfirmasi menembus body bawah flagnya sehingga berpotensi melanjutkan pelemahannya hingga panjang tiang flag ke level 4208. Range pergerakan IHSG berada pada kisaran 4259-4363. Saham yang dapat diperhatikan Buy BKSL, PGAS dan CTRS Sell untuk UNTR.

0 comments:
Post a Comment