IHSG ditutup menguat tipis 0.3% kelevel 4334. volume perdagangan mencapai 3.1 M saham dengan nilai value 3.5 T. Indeks mendapat dukungan 152 saham yang menguat dan sebanyak 93 saham yang melemah dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 juga melejit naik 0.8%.
Bursa asia juga bergairah dengan indeks Nikkei naik 1,5% ke 15.619,13 dengan dukungan pelemahan yen. Indeks Hang Seng naik tipis 0,08% ke 23.715,55, indeks ASX di Sydney naik 0,35 ke 5.352,8. Sedangkan indeks Shanghai turun 0,4% dan indeks Kospi turun 0,4% ke 2.015,98. Penguatan indeks Nikkei menunju level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Rekor tertinggi sebelumnya di 15.942 pada bulan Mei 2013 lalu.
Bursa saham Eropa bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan Senin. Penguatan mendapat dukungan saham farmasi dan saham perbankan. Indeks DAX di Jerman naik 0,6% ke 9.272,02, indeks CAC di Paris naik 0,5% ke 4.300,44 dan indeks FTSE di London menguat 0,5% ke 6.707,99. Penguatan seiring saham Seadrill meraih kenaikan 1,4 persen. Saham Daimler naik 1 persen, namun saham BP turun 0,5 persen. Pelemahan saham BP seiring kesepakatan antara Iran dan AS dan sekutunya yang menekan harga minyak mentah.
Menlu AS menjelaskan negaranya dan sekutu di Eropa akan mengurangi sanksi ekonomi untuk Iran. Sebab Iran sudah sepakat untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Indeks saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya, dimana pada penutupan dini hari tadi waktu Indonesia indeks Dow Jones menguat +8,35 poin (+0,05%) ke level 16.073,12. Di sisi lain, rencana The Fed untuk mengurangi stimulus pada Desember mendatang, bisa mempengaruhi aliran dana asing yang masuk ke pasar modal domestik.
Harga minyak di bursa komoditas dunia melanjutkan pelemahan. Pada perdagangan semalam, harga minyak WTI Crude Oil turun -0,63% ke angka US$94,84 per barel. Bertolak belakang dengan harga minyak, harga emas Comex di bursa komoditas New York mengalami penguatan +0,04% ke level US$1.244/troy ounce, pada perdagangan semalam.
IHSG diprediksi bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Ekonomi AS dan Eropa yang mulai pulih menyebabkan investor asing kembali ke negaranya. Investor juga masih menunggu dua pengumuman penting pada Desember 2013. Pertama, pengumuman inflasi dan neraca perdagangan Indonesia pada 2 Desember. Kedua, rapat Federal Open Market Community (FOMC) pada 17-18 Desember 2013 yang akan membahas pemangkasan stimulus AS. Namun, adanya potensi aksi window dressing di akhir tahun bisa mengangkat IHSG ke level positif.
Secara teknikal IHSG membentuk pola bullish harami dengan diawali bearish trend jangka pendek yang mengindikasikan akan signal pembalikan arah dan mencoba menembus resistance bearish trend jangka pendeknya pada level 4365. pergerakan IHSG diprediksikan berapa pada support resistance 4317-4363. saham yang dapat diperhatikan APLN, BMRI, BMTR, CTRS, JSMR, MYOR, PTBA, SMRA, dan WSKT.

0 comments:
Post a Comment