Indeks saham di Asia turun didorong oleh ketakutan pengurangan stimulus di AS dan pelemahan data manufaktur China.
Naskah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Oktober lalu memperlihatkan pejabat the Fed meyakini kondisi ekonomi akan membuka jalan bagi pengurangan program pembelian aset di bulan bulan mendatang.
Aktifitas sektor manufaktur China mencatatkan ekspansi di bulan November, namun pada laju yang lebih lambat dari bulan sebelumnya. Data HSBC Flash Purchasing Managers’ Index (PMI) turun ke level 50.4 dari 50.9 di bulan Okotber, tertinggi dalam 7 bulan.
Sub-index pada dalam data PMI yang mengukur permintaan ekspor turun ke level 49.4, terendah dalam 3 bulan, dari 51.3 di bulan sebelumnya, refelksi dari lesunya permintaan dari luar negeri.
Bank Of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter dan mempertegas pandangan mereka bahwa ekonomi sedang dalam proses pemulihan. BOJ mempertahankan kerangka kebijakan yang di keluarkan bulan April lalu yang intinya penambahan base money (kas dan deposit yang ditempatkan di bank sentral) sebanyak $60 triliun Yen hingga70 triliun Yen per tahun untuk mendongkrak inflasi.
IHSG terpangkas 24.6 poin (-0.56%) dan di tutup di level 4326.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 tersandung 5.1 poin (-0.70%) ke level 722. Investor asing menarik IDR525.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Mayoritas indeks saham di Eropa turun seiring dengan rilis angka aktifitas bisnis di zona Euro yang secara mengejutkan turun di bulan November, memicu kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi sudah kehabisan tenaga. Perthitungan awal (flash) data Composite Purchasing Managers’ Index (PMI) zona Euro turun ke level 51.5 dari 51.9 di bulan.
Indeks saham utama di Wall Street melompat, dengan DJIA ditutup di atas level 16,000 untuk pertama kali, do dorong oleh data jumlah orang di AS yang untuk pertama kali mengajukan klaim asuransi pengangguran (Initial Jobless Claims) berkurang hingga level terendah dalam 2 bulan. Pasar tampak mengabaikan data Philadelphia Fed Survey yang turun ke level 6.5 di bulan November, jauh di bawah estimasi analis.
Sentimen positif datang dari asia, dimana jepang memperkirakan kenaikan pendapatan dari eksporter negara tersebut, hal ini membawa pelemahan pada yen. Namun pemulihan di pasar buruh digambarkan oleh turunnya angka klaim pengangguran dan kenaikan PMI semakin memberikan gambaran akan recovery ekonomi amerika dan pemangkasan akan pembelian surat hutang amerika oleh the Fed yang merupakan wujud dari pengurangan stimulus.
Kedua sentimen inimemberikan gambaran pergerakan miks yang mungkin terjadi hari ini, kendati index Dow Jones industrial ditutup hijau meriah kemarin malam. IHSG diperkirakan akan mengalami teknikal rebound setelah penurunan yang cukup dalam beberapa hari terakhir, namun kami tetap menyarankan untuk waspada akan kemungkinan pergerakan turun karena penguatan dari mata uang US dapat menekan pergerakan IHSG.
Secara Teknikal IHSG diprediksikan mixed setelah turun menembus body bawah dari flag patternnya dilevel 4348 dan berpotensi melanjutkan pelemahannya hingga panjang tiang flag nya ke level 4208. namun dilihat dari candlesticknya IHSG membentuk southern star yang merupakan reversal signal. Range pergerakan IHSG berada pada kisaran 4259-4363. Saham yang dapat diperhatikan Buy LPKR, WSKT dan ANTM Sell untuk AALI.
0 comments:
Post a Comment