Mayoritas indeks saham di Asia melemah mengikuti pergerakan indeks saham di Wall Street, namun komentar dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke menolong membatasi penurunan, mengerek harga komoditas dan menekan nilai tukar USD.

Ben Bernanke mempertegas the Fed akan mempertahankan kebijakan super longgar selama yang diperlukan dan akan menarik stimulus hanya ketika yakin perbaikan di pasar tenaga kerja akan terus berlanjut.

Lonjakan pada pengiriman mobil mendorong ekspor Jepang di bulan Oktober mencapai peningkatan tahunan terbesar dalam 3 bulan, indikasi bahwa permintaan global yang naik bertahap akan menopang pemulihan ekonomi yang berkesinambungan.

Lonjakan 18.6% pada ekspor selama tahun berjalan (Januari-Oktober) melebihi ekspektasi pasar yang hanya 16.5% dan lebih cepat dari pertumbuhan 11.5% di bulan September.

Secara significant, ekspor juga rebound dalam volume, naik 4.4% (Y/Y) sebagai sebuah sinyal ekonomi global secara perlahan mulai pulih di dorong oleh kekuatan ekonomi negara maju.

IHSG jatuh 47.6 poin (-1.08%) dan di tutup di level 4350.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun 10.9 poin (-1.48%) ke level 727.1. Investor asing menarik IDR197.2 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa merangkak memasuki teritori positif setelah beredar berita bahwa bank sentral Eropa (ECB), jika diperlukan untuk menstimulasi ekonomi, akan mengurangi suku bunga atas dana lebih yang diparkirkan perbankan di ECB menjadi -0.1% dari 0%.

Indeks saham utama di Wall Street turun dan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS (US.Treasury) melonjak setelah naskah pertemuan terakhir Federal Reserve memperlihatkan para petunggi the Fed umumnya berkeyakinan kondisi ekonomi akan mendukung pengurangan program pembelian aset oleh the Fed di bulan bulan mendatang.

Pembekuan aktifitas pemerintahan tidak menghalangi konsumen untuk membanjiri showroom mobil dan toko lainnya. Penjualan ritel di AS tumbuh 0.4% di bulan Oktober yang merupakan kenaikan tercepat sejak bulan Juli.

Sentimen negatif masih membayangi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diprediksi mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh pertemuan terakhir Bank Sentral AS (The Fed) yang menunjukkan adanya sinyal pengurangan stimulus beberapa bulan ke depan. Ekspektasi The Fed akan perbaikan berkelanjutan dalam pasar tenaga kerja menjamin pemangkasan laju pembelian dalam beberapa bulan mendatang.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga mengalami penurunan pada penutupannya sebesar -0,41% menjadi 15.900,80 dan S&P500 menurun sebesar -0,36% menjadi 1.781,37.

Secara Teknikal IHSG diprediksikan akan bergerak mixed cendrung menguat,IHSG mengalami deadcross dengan MA7 dan pullback sell fractalnya pada level 4284 yang mengindikasikan akan kembali terjadi pelemahan walaupun Indikator Stochastic masih berada pada pergerkan bullish namun IHSG membentuk pola Flag pattern potential dengan range bound 4300-4420. range pergerakan diperikaran 4259 - 4363. Saham yang dapat diperhatikan Speculative Buy PTBA, Partial Sell ACES, INCO dan EXCL.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top