Indeks saham di Asia bergerak turun mengikuti pelemahan indeks saham di Wall Street dan dipicu oleh kewaspadaan tentang kapan Federal Reserve mungkin mengurangiprogram stimulus.
Pernyataan dari Presiden Federal Reserve New York William Dudley juga turut memberi tekanan pada pasar. Dudley merasa optimis mengenai pemulihan ekonomi yang merupakan sebuah sinyal bank sentral AS dapat segera mengurangi program pembelian obligasi. Dudley menambahkan bahwa stimulus akan dipertahankan untuk waktu yang lama.
Aliran investasi langsung penanam modal asing (Foreign Direct Investment) tumbuh 5.8% (Y/Y) selama 10 bulan pertama tahun ini dan memperpanjang kenaikan sejak bulan Maret dan menggaris bawahi minat investor global seiring semakin mengakarnya proses pemulihan ekonomi.
China menarik $97 miliar dana Penanam Modal Asing (PMA) selama periode Januari – Oktober, dengan aliran dana masuk di bulan Oktoner sendiri naik 1.2% (Y/Y) menjadi $8.4 miliar. PMA di sektor Jasa (Services) tumbuh 13.9% menjadi $49.8 miliar sementara PMA di sektor industri manufaktur turun 5.3% menjadi $38.3 miliar.
IHSG naik tipis 4.7 poin (0.11%) dan di tutup di level 4398.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 juga naik tipis 1.3 poin (0.17%) ke level 738. Investor asing mencatatkan Net Buy IDR133.2 miliar.
Indeks saham di Eropa turun setelah data sentimen ekonomi Jerman keluar lebih rendah dari ekspektasi dan OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
Data ZEW Economic Sentiment Index Jerman di bulan November naik 1.8 poin ke level 54.6, tertingg sejak Oktober 2009, namun sedikit di bawah ekspektasi pasar. OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2.7% dari 3,1% dan 3.6% dan 4% tahun 2014.
Indeks saham utama di Wall Street melemah karena investor bersikap hati hati setelah DJIA dan S&P 500 gagal bertahan di atas level penutupan sesi sebelumnya yang juga merupakan level penutupan tertinggi tahun ini. Investor juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke setelah pasar tutup dan transkrip pertemuan kebijakan terakhir FOMC yang akan di rilis hari ini.
IHSG diprediksi bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari pernyataan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap peringkat utang Indonesia yang masih pada posisi BBB- dengan outlook stabil menunjukkan terjaganya kepercayaan internasional terhadap pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengambil kebijakan ekonomi. Pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang mempertahankan suku bunga AS pada level rendah bisa membawa sentimen positif bagi pasar global.
Namun, pernyataan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) akan adanya potensi penurunan pertumbuhan global tahun ini dan tahun depan yang disebabkan oleh krisis anggaran lanjutan AS Tahun ini, OECD menurunkan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2,7% dan 3,6% pada tahun depan. Sebelumnya, pada Mei lalu, OECD memprediksikan pertumbuhan 3,1% tahun ini dan 4% tahun depan.
Secara Teknikal IHSG diprediksikan akan bergerak mixed cendrung menguat, Indikator Stochastic masih berada pada pergerkan bullish namun IHSG membentuk pola Flag pattern potential dengan range bound 4300-4420. range pergerakan diperikaran 4363 - 4457. Saham yang dapat diperhatikan Buy AKRA, SMRA, BBRI dan TLKM

0 comments:
Post a Comment