Indeks saham di Asia naik di pimpin oleh indeks saham Nikkei 225 di Jepang yang mendapat sentimen positif dari pelemahan nilai tukar JPY.
Para pemimpin China akan melakukan pertemuan di Beijing pada tanggal 9-12 November untuk memetakan program reformasi seiring dengan ekonomi China, terbesar kedua di dunia, yang sedang dalam trend pertumbuhan paling lambat dalam lebih dari 2 dekade.
Presiden Xi Jinping, dalam kunjungannya ke provinsi Hunan mengatakan China harus mempercepat pelaksanaan stretegi penggunaan inovasi untuk mendorong pertumbuhan dan menggunakan seluruh keunggulan yang di miliki China untuk mencapai target ekonomi tahun ini.
IHSG naik 26.5 poin (0.60%) dan di tutup di level 4449.8 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 5.9 poin (0.80%) ke level 744.2. Investor asing menarik ID1324.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor merespon baik laporakn keuangan emiten sambil menunggu keputusan dari pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) dan Bank Of England (BOE).
Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi terkini, termasuk penjualan ritel zona Euor dan berspekulasi apakah data data itu akan mempengaruhi keputusan ECB yang berkaitan dengan suku bunga.
Semakin banyak pengamat yang berkeyakinan ECB akan menurunkan suku bunga acuan, terutama setelah data memperlihatkan inflasi zona Euro yang hanya sebesar 0.7% selama periode Januari-Oktober serta penguatan nilai tukar mata uang Euro.
Mayoritas indeks saham utama di Wall Street menguat, dengan DJIA mencatatkan rekor penutupan tertinggi karena investor mempunyai optimisme bahwa Federal Reserve akan mempertahankan program stimulus lebih lama dari yang diperkirakan. Investor juga menantikan rilis data penting ekonomi AS, seperti GDP Kuartal III dan Non-Farm Payrolls.
IHSG berada dalam situasi minim sentimen positif setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan ke 3 kemarin yang berada di level 5.62%, turun on quarter dari level 5.83%. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut berada di atas ekspektasi analis yang memproyeksikan ekonomi tumbuh 5.6%.
Meskipun demikian, penurunan pertumbuhan ekonomi berada di bawah level 6% tersebut berpotensi menggerus laba emiten yang juga dipengaruhi oleh depresiasi mata uang rupiah dan inflasi yang tinggi, sehingga mendorong kenaikan biaya operasional maupun non operasional dari emiten-emiten domestik.
Secara teknikal IHSG berpeluang menguat dengan indikator stochastic berpeluang membentuk golden cross di area oversold. Range pergerakan IHSG pada 4416-4461. Rekomendasi speculative buy untuk AKRA, BMTR, ASII, KLBF.
0 comments:
Post a Comment