Mayoritas indeks saham di Asia turun, ditakuti oleh kekhawatiran Federal Reserve mungkin menarik program stimulus ekonomi mulai bulan Januari. Dalam pernyataan terkininya, the Fed mengatakan akan terus membeli obligasi sebanyak $85 miliar setiap bulan dan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat yang super rendah.

Namun the Fed menghilangkan sejumlah kata, termasuk kekhawatirannya terhadap mengetatnya kondisi finansial, sebuah alasan yang diungkapkan the Fed ketika mempertahankan kebijakan moneter bulan September lalu. The Fed juga menghilangkan komentar mengenai suku bunga KPR yang semakin tinggi  dan tidak terlihat pesimis atas prospek ekonomi, seperti yang di bayangkan oleh banyak pengamat.

Sentimen pasar tertolong oleh keputusan Bank Of Japan untuk mempertahankan program stimulus masifnya yang telah menunjukkan sinyal keberhasilan mematahkan cengkraman deflasi.

Ada juga berita baik dari Australia dimana jumlah surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) melonjak ke level tertinggi sejak awal 2010, bukti konkrit bahwa tingkat suku bunga yang sangat rendah nerhasil mendorong pertumbuhan ekonomi.

IHSG jatuh 64.2 poin (-1.40%) dan di tutup di level 4510.6 dengan Market Breadth yang negatif karena jumlah saham turun lebih dari dua kali lipat jumlah saham naik. Indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 14.3 poin (-1.86%) ke level 754.8. Namun investor asing mencatatkan Net Buy sebesar ID181.7 miliar.

Mayoritas indeks saham di Eropa menguat seiring dengan laporan keuangan dari Alcatel-Lucent dan BNP Paribas yang mengimbangi data Tingkat Pengangguran zona Euro yang tetap di 12.2% dan kekhawatiran mengenai jadwal penarikan stimulus olhe the Fed.

Indeks saham utama di Wall Street turun karena investor mencerna kemungkinan Federal Reserve menarik program pembelian obligasi lebih cepat dari ekspektasi. Secara bulanan indeks mencatatkan kenaikan yang juga meruoakan kinerja bulan Oktober terbaik dalam 3 tahun terakhir ini.

IHSG hari ini berpeluang bergerak mixed dengan katalis yang datang dari dalam dan luar negeri di antaranya penguman inflasi dan data perdagangan Indonesia hari ini, PMI China yang naik ke level 51.4, di atas ekspektasi sebelumnya yaitu di level 51.1.

Sementara itu dari Amerika Serikat, Chicago Index yang merefleksikan aktivitas bisnis menunjukkan peningkatan tajam ke level 65.9 di bulan Oktober, dari 55.7 di September, sedangkan jobless claim turun sebanyak 10.000 ke level 340.000, lebih sedikit dibanding ekspektasi pada level 338.000.

Secara teknikal IHSG sedang berada dalam pergerakan bearish dengan indikator stochastic memberi konfirmasi terjadinya bearish momentum dan 3 days downside potential. Bill William menunjukkan negative momentum dengan fractal pada 4499-4611. Range support resistance IHSG pada 4457-4568, dengan rekomendasi speculative buy untuk SMGR, INCO, dan trading buy untuk ICBP, Partial Sell  untuk LPKR.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top